![]() |
| Detik-detik warga Cinennung meninggal dunia (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE – Seorang warga Dusun Lappacinennung, Desa Cinennung, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, meninggal dunia secara mendadak saat berada di atas panggung, Senin (11/8/2026) sekitar pukul 22.15 WITA.
Korban diketahui berinisial AS (24), seorang wiraswasta yang berdomisili di Dusun Lappacinennung, Desa Cinennung, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan dugaan awal bahwa korban mengalami sengatan listrik. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, tidak ditemukan bekas luka yang menunjukkan korban tersengat listrik maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sempat Bernyanyi dan Melakukan Tes Vokal
Berdasarkan laporan Polsek Cina, sebelum kejadian korban diketahui sedang berada di atas panggung.
Korban awalnya bernyanyi seorang diri sekaligus melakukan tes vokal dan mengecek peralatan musik yang akan digunakan.
Setelah selesai melakukan tes, korban kemudian mencabut kabel output dari telepon seluler miliknya. Tidak lama kemudian, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan kepada korban.
Dibawa ke Puskesmas Cina
Korban kemudian segera dibawa oleh warga ke layanan kesehatan BLUD Puskesmas Cina untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepolisian yang menerima informasi kejadian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dua orang saksi yang dimintai keterangan masing-masing berinisial RS (25) dan EE (23), keduanya merupakan warga Dusun Lappacinennung, Desa Cinennung, Kecamatan Cina.
Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan
Kapolsek Cina IPTU Muh. Rusdi, A.Md., S.H., bersama personel Polsek Cina kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas melakukan pencatatan keterangan para saksi serta pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Dari pemeriksaan awal tersebut, polisi tidak menemukan adanya bekas luka yang mengarah pada dugaan sengatan listrik sebagaimana informasi awal yang beredar.
Selain itu, tidak ditemukan pula tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Keluarga Tolak Otopsi
Pihak kepolisian juga telah membuat laporan terkait penolakan otopsi dari pihak keluarga korban.
Dengan adanya penolakan tersebut, penanganan jenazah selanjutnya dilakukan sesuai dengan permintaan pihak keluarga.
Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat dipastikan secara medis. Dugaan serangan jantung masih menjadi salah satu kemungkinan berdasarkan kondisi korban yang tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum adanya keterangan medis yang lebih lengkap.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian warga setempat, terutama karena korban sebelumnya terlihat dalam kondisi beraktivitas normal sebelum tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia. (*)


