![]() |
| Mahasiswa dan Siswa berfoto usai kegiatan pencegahan bullying di lingkungan sekolah maupun media digital (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Rahmania, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Anak Cerdas Digital: Berteman Baik, Berani Tolak Bullying!" di SD Inpres 12/79 Mattiro Walie, Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.
Program ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai penggunaan internet secara bijak serta pencegahan bullying di lingkungan sekolah maupun media digital.
Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa kelas III hingga VI dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dunia digital, pentingnya menjaga etika saat berkomunikasi di media sosial, mengenali bentuk-bentuk bullying dan cyberbullying, serta cara bersikap apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sebelum dan setelah kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 10 dari 27 siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
Setelah mengikuti rangkaian sosialisasi dan permainan edukatif, hasil post-test menunjukkan peningkatan, yaitu 25 dari 27 siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, khususnya mengenai penggunaan media digital secara bijak dan pencegahan bullying.
Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, Rahmania mengombinasikan kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif, seperti kuis, diskusi, permainan role play, dan Pohon Harapan.
Dalam permainan role play, siswa diberikan sejumlah soal atau pernyataan sederhana yang berkaitan dengan bullying, pertemanan, serta penggunaan media digital.
Siswa kemudian diminta menentukan apakah pernyataan tersebut “Benar” atau “Salah” berdasarkan pemahaman mereka.
Permainan ini dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat belajar mengenali perilaku yang baik dan tidak baik, sekaligus memahami cara bersikap yang tepat dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menggunakan media digital.
Selain itu, melalui aktivitas Pohon Harapan, para siswa menuliskan harapan dan keinginan mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, serta bebas dari bullying.
Setiap harapan kemudian ditempelkan pada pohon yang telah disiapkan sebagai simbol bersama untuk mewujudkan pertemanan yang positif.
Menurut Rahmania, program ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa, sekaligus membekali anak-anak dengan kemampuan menggunakan teknologi digital secara positif dan bertanggung jawab.
Melalui program kerja ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying dan penyalahgunaan media digital, tetapi juga mampu menjadi generasi perubahan yang menyebarkan perilaku positif, saling menghormati, serta menciptakan budaya berteman yang sehat baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Program kerja "Anak Cerdas Digital: Berteman Baik, Berani Tolak Bullying!" menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan literasi digital, pendidikan karakter, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi anak-anak di Desa Mattiro Walie. (*)


