Iklan

Sudah Tiga Tahun Rusak, Jembatan Ajangpulu–Letta Tanah Bone Jadi Ancaman Keselamatan Warga

Redaksi-timurkota
Sabtu, Januari 24, 2026 | 3:57 PM WIB Last Updated 2026-01-24T08:57:42Z

Jembatan antar penghubung Desa Ajangpulu dan Letta Tanah butuh perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bone, (Foto: Dok. Istimewa)

Penulis: Syamsul Bahri Arafah 

TIMURKOTA.COM, BONE — Akses jalan penghubung Desa Ajangpulu dan Desa Letta Tanah, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bone. 

Pasalnya, jembatan yang menjadi penghubung utama antarwilayah tersebut dilaporkan telah rusak selama kurang lebih tiga tahun dan hingga kini belum mendapat perbaikan permanen.

Jembatan tersebut terbuat dari batang pohon kelapa dan papan kayu, kondisi yang dinilai sangat rawan dan membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. 

Sejumlah papan dilaporkan sudah lapuk dan bergeser, sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Menurut keterangan warga, kondisi jembatan yang memprihatinkan itu sudah beberapa kali memicu insiden. Bahkan, disebutkan pernah terjadi pengendara terjatuh saat melintas dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah seorang warga setempat, Hasbi, mengatakan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. 

Ia menegaskan, jembatan Ajangpulu–Letta Tanah merupakan satu-satunya jalur penghubung menuju ibu kota Kecamatan Sibulue yang setiap hari dilalui warga.

“Ini jalan utama warga ke pusat kecamatan. Ada beberapa desa yang bergantung pada jembatan ini setiap hari,” ungkap Hasbi kepada Timurkota.com.

Hasbi merinci, sedikitnya lima desa menggunakan jalur tersebut sebagai akses harian, yakni Desa Ajangpulu, Letta Tanah, Manajeng, Sumpang Minangae, serta desa lain di sekitarnya. 

Aktivitas warga, mulai dari keperluan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan, sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

Ia menilai, jika kondisi jembatan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius, maka risiko kecelakaan akan semakin besar dan dapat mengancam keselamatan warga, terutama saat musim hujan ketika kondisi kayu semakin licin dan rapuh.

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Bone segera turun tangan melakukan perbaikan jembatan secara permanen. 

Menurut mereka, pembangunan jembatan yang layak dan aman sangat mendesak demi kelancaran mobilitas dan keselamatan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini sebelum jatuh korban lagi. Jangan menunggu sampai ada kejadian yang lebih fatal,” tegas Hasbi.

Kondisi ini menjadi cerminan pentingnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sudah Tiga Tahun Rusak, Jembatan Ajangpulu–Letta Tanah Bone Jadi Ancaman Keselamatan Warga
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }