![]() |
| Ilustrasi wanita cantik dan di sisi lain diduga gadis Michat yang dibatalkan bookingan oleh korban pengeroyokan (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, SEPUTAR MAKASSAR-
Seorang pria di Makassar menjadi korban pengeroyokan setelah membooking wanita melalui aplikasi Michat.
Pria tersebut tergiur dengan foto yang ditampilkan, namun saat bertemu dengan wanita tersebut, kenyataan berbeda dan ia langsung membatalkan pertemuan, memicu emosi pihak wanita dan teman-temannya.
Saksi di lokasi menyebutkan bahwa keributan terjadi secara mendadak, melibatkan beberapa orang yang menyerang korban.
Polisi setempat segera datang ke TKP untuk melakukan mediasi dan menenangkan situasi agar tidak meluas. Korban mengalami luka ringan dan saat ini mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar berhati-hati menggunakan aplikasi kencan online, memastikan keamanan diri saat bertemu orang baru, dan menghindari provokasi yang dapat berujung pada tindak kekerasan.
Kasus ini menjadi perhatian publik sebagai peringatan terkait risiko interaksi di platform digital.
Insiden pengeroyokan ASD (33) di Inspeksi Kanal Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/12/24).
Insiden ini bermula dari sebuah kencan yang diatur melalui aplikasi chat, Michat, yang berakhir dengan situasi yang mengejutkan.
Kisah ini dimulai ketika ASD, yang tengah mencari teman kencan, menggunakan aplikasi Michat untuk berinteraksi dengan berbagai wanita.
Setelah beberapa kali berkomunikasi, ia bertemu dengan seorang wanita berinisial SN (16).
Keduanya sepakat untuk bertemu secara langsung, dan SN mengarahkan ASD ke kamar kosnya.
Namun, saat ASD tiba di lokasi yang dijanjikan, ia merasa ada yang tidak beres.
Foto-foto yang dikirimkan oleh SN melalui aplikasi tampaknya sangat berbeda dengan penampilannya yang sebenarnya.
Kekecewaan ini membuat ASD memutuskan untuk membatalkan kencan tersebut.
Keputusan ASD untuk membatalkan kencan itu ternyata bukan tanpa konsekuensi.
Dalam keterangan resmi yang diberikan oleh Aipda Muhammad Ilham, Kasi Humas Polsek Mamajang, dia menjelaskan, Pelapor (ASD) bertemu dengan wanita tersebut, namun saat tiba di kamar kos, pelapor membatalkan untuk booking wanita tersebut.
"Alasan pembatalan tersebut adalah ketidakcocokan antara foto yang dikirimkan SN dan penampilannya saat bertemu langsung," ungkapnya.
ASD merasa tertipu oleh gambar-gambar yang dipajang, yang tidak mencerminkan penampilan asli SN.
Setelah ASD memutuskan untuk membatalkan kencan, situasi semakin memanas. SN tidak menerima keputusan tersebut dengan baik.
Menurut laporan yang diterima, SN kemudian memanggil beberapa orang untuk menghadapi ASD. Akibatnya, ASD dikeroyok oleh kelompok yang dihadirkan oleh SN.
Aipda Ilham menambahkan, Setelah ASD membatalkan, wanita tersebut tak terima.
"Meminta bantuan temannya untuk menghadapi pelapor.” Kejadian ini berujung pada pengeroyokan yang menyebabkan ASD mengalami luka-luka.
Kejadian ini menuai perhatian dari masyarakat sekitar, mengingat insiden pengeroyokan yang berawal dari aplikasi kencan cukup jarang terjadi.
Banyak yang mengungkapkan keprihatinan atas situasi tersebut, serta menyoroti bahaya yang mungkin muncul dari pertemuan yang diatur secara daring.
Polisi setempat pun bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Aipda Ilham mengatakan, Pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan tindakan hukum kepada para pelaku pengeroyokan.
“Kami sudah menerima laporan dari ASD dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.” katanya. (*)


