Iklan

Digerebek Warga Bersama Janda, Ketua KPU Luwu Utara Beri Pembelaan

tim redaksi timurkotacom
Minggu, November 26, 2023 | 9:19 PM WIB Last Updated 2023-11-26T14:19:38Z

Ketua KPU Luwu Utara Hayu Vandi (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, LUTRA- Warga Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara heboh dengan adanya penggerebekan di sebuah rumah.

Pria yang digerebek tersebut rupanya, 
Ketua KPU Luwu Utara Hayu Vandi. Dia bersama dengan seorang perempuan berinisial, OD.

Puluhan warga yang berkumpul di lokasi kemudian direspon pihak Kepolisian Resort Luwu. Kasat Reskrim, AKP Joddi Titalepta bahkan menerjunkan timnya ke lokasi. 

Ia mengatakan, tujuan pihak kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan guna mencegah tindakan main hakim sendiri. 

"Saya langsung ke lokasi setelah salat Jumat. Saat itu warga setempat sudah banyak berkumpul," ujar AKP Joddi Titalepta kepada awak media di lokasi.

Kasat Reskrim melanjutkan, dari hasil keterangan yang diperoleh. Usai melaksanakan salat Jumat, Ketua KPU ke  lokasi. Warga kemudian mengira keduanya akan melakukan tindakan tak senonoh.

"Setelah salat Jumat yang bersangkutan (Ketua KPU) berada di ruang tamu di rumah OD yang berstatus janda lalu datang warga mereka mengira bahwa ada sesuatu yang terjadi," tukasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Luwu Utara, Hayu Vandi membantah bahwa dirinya digerebek warga tengah melakukan tindakan melewati batas bersama dengan janda.

"Saya menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar adanya, karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan masih dalam batas kewajaran, sebagai seorang teman yang singgah di kediaman OD," terang, Hayu Vandi.

Hayu Vandi menyebut terjadi kesalah pahaman antara warga dengan dirinya. Begitu juga dengan informasi yang berkembang di masyarakat.

"Jadi saya datang sebagai teman yang ingin mengambil sesuatu (paket kiriman) di titipkan di rumah itu, kebetulan juga di jam makan siang , saya singgah dan ingin menuju Kantor KPU Lutra yang jaraknya kurang lebih 500m dari rumah itu," terangnya.

Menurutnya, penggerebekan dilakukan jika terjadi suatu tindak kejahatan atau menyalahi norma kesusilaan.

"Siang bolong setelah salat Jumat saya singgah dan saya  duduk dengan pintu terbuka dan pada saat itu, teman perempuan malah berada diluar teras,"bebernya.

Menurutnya, beberapa orang warga yang datang meminta dirinya ke kediaman salah satu toko agama untuk berdiskusi, serta Klarifikasi.

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa ada kesalahpahaman disini bahwa tidak ada tertangkap basah, apalagi perbuatan Asusila," lanjutnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Digerebek Warga Bersama Janda, Ketua KPU Luwu Utara Beri Pembelaan

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }