timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

PSM Betul-betul Dikerjai Operator Liga, Komdis Kembali Jatuhi Hukuman Larangan Bermain Tiga Pemain Pasukan Ramang Jelang Putaran Dua: Yuran dan Pluim Absen Bersamaan

Baca Juga

Wiwink-Bola, Rabu 11 Januari 04:29 WIB 

Wiljan Pluim dipastikan absen melawan PSS Sleman

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Antara PSM Makassar dan Komdis PSSI layak disebut tak akur khususnya di Liga 1 musim ini. 

Jangan Lewatkan: Layak Diperhitungkan, Potensi Besar PSM Makassar Unggal Jauh Atas Madura United, Persija Jakarta dan Bali United Dalam Hal Transfer Pemain


Jangan Lewatkan: Resmi, Tinggalkan Arema, Lalu Pilih PSM Makassar, Potensi Duet Ramadhan Sananta di Timnas Berlanjut ke Klub Menguat 

Berkali-kali tim Pasukan Ramang dijatuhi hukuman tanpa ada alasan mendasar. Mulai dari Pluim dengan lima pertandingan di putaran pertama.

Sanksi berlanjut ke Bernardo Tavares. Ia rak diperbolehkan dampingi tim, lantaran diganjar kartu kuning oleh wasit.

Jangan Lewatkan: 5 Potensi Kejutan PSM Makassar di Bursa Transfer Musim Ini, Sosok Striker Jangkung Otw Resmi

Selepas Bernardo Tavares. Kini tiga pemain pilar Pasukan Ramang masuk dalam lis. Yuran Fernades, Agung Mannan, dan Kapten tim, Wiljan Pluim dipastikan absen melawan PSS Sleman.

Ketiganya disanksi satu pertandingan akibat terakumulasi kartu kuning. Wasit terlalu muda mengeluarkan kartu bagi pemain PSM Makassar. 

Ini yang dikeluhkan, Bernardo Tavares selama ini. Menurutnya, para pemain PSM ketika bertanding seakan jadi target wasit.

Jangan Lewatkan: Bos PSM Makassar Isyaratkan Rekrut Pemain Asing, Posisi Siapa Paling Terancam?

"Saya pikir pemain kami terlalu mudah menerima kartu dari wasit. Sementara pelanggaran keras, mestinya kena kartu malah dibiarka oleh wasit," kesal pelatih asal Portugal ini.

Bernardo Tavares mengatakan, dirinya tak pernah meminta untuk diuntungkan dalam pertandingan. Ia hanya menginginkan agar wasit tak berat sebelah.

"Kami tak ingin diuntungkan, minimal wasit memimpin dengan normal 50 banding 50. Terjadi sekarang, seakan kami bermain dengan dua tim sekaligus dalam pertandingan," ungkap Bernardo.

Pelatih yang pernah menjadi tim pencari bakat klub Real Madrid dan Porto ini meminta kepada operator liga agar kualitas wasit dibenahi pada putaran kedua.

"Saya masih optimis, Operator liga akan melakuna evaluasi demi kemajuan sepak bola Indonesia," tukas dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close