timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

RESMI-Komdis PSSI Kembali Sanksi PSM Makassar, Kali Ini Bernardo Tavares Dilarang Dampingi Tim Lawan Persita Tangerang

Baca Juga

Wiwink-Bola, Rabu 7 Desember 04:56 WIB

Bernardo Tavares 

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Belum usai hukuman larangan bertanding sebanyak lima kali bagi Wiljan Pluim. Kini tim PSM Makassar kembali harus menerima hukuman dengan pelanggaran berbeda.


Pelatih Kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares harus menerima larangan mendapingi tim dalam laga pekan ke-13, melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (08/12/22). 

Penyebabnya adalah pelatih asal Portugal itu menerima dua kartu kuning sepanjang gelaran BRI Liga 1. Bernardo diganjar kartu kuning lantaran memprotes keputusan wasit Agus Fauzan Arifin ketika Pasukan Ramang melawan Persikabo.

Dengan begitu, Bernardo Tavares telah mengantongi dua kartu kuning. Sebelumnya pelatih berusia 43 tahun ini menerima kartu kuning saat PSM Makassar mengalahkan Arema FC  di Stadion BJ Habibie, Parepare pada Sabtu (20/8/2022).

Jika merujuk pada Pasal 57 Ayat 2 Regulasi Liga 1 2022-2023 dijelaskan, official yang memperoleh akumulasi dua kartu kuning dalam dua pertandingan berbeda selama berlangsungnya Liga 1 tidak diperkenankan  mendampingi satu kali pertandingan.

Ofisial yang memperoleh akumulasi di kartu kuning dalam dua pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan untuk mendampingi satu kali pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai. 

"Aturan ini juga berlaku untuk kelipatan berikutnya (keempat, keenam, kedelapan, dan seterusnya)," tulis regulasi tersebut.

Pada pasal tersebut dijelaskan beberapa bagian yang masuk dalam kategori official diantaranya,manajer tim, pelatih kepala, asisten pelatih, tim media officer dan dokter tim.

Menanggapi kartu kuning bagi dirinya, Bernardo Tavares menilai wasit terlalu muda menghukum dan mengeluarkan kartu kuning buat PSM Makassar. 

"Saya menilai wasit terlalu muda memberi kartu kuning kepada pelatih. Saya dalam memberi instruksi di luar lapangan punya emosi. Perasaan tentu harus berikan instruksi berekspresi," tukasnya.

Ia melanjutkan, tak ada kata-kata kasar dan tindakan lain kepada pengadil lapangan. Bernardo hanya menyampaikan kritikan lantaran beberapa insiden pelanggaran keras terhadap pemainnya namun luput dari hukuman kartu buat lawan.

"Saya tahu dan berekspresi terhadap aturan saya tahu. Misalnya teknis aturan tekel, ini bisa dikartu dan itu tidak. Inilah yang membuat saya berekspresi," tutup dia.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close