timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Angka Pengidap HIV Alami Peningkatan di Bone, Ketua Relawan Berani Donor Darah Tawarkan Solusi Deteksi Dini

Baca Juga

Wiwink-Bone, Jumat 2 Desember 17:58 WIB

Ketua Relawan Berani Donor Darah Kabupaten Bone, Sitti Rahmah saat menyampaikan beberapa solusi terkait dengan deteksi dini HIV dan AIDS, Kamis (01/12/22) malam

TIMURKOTA.COM, BONE- Dinas Kesehatan Kabupaten Bone melalui sekretarisnya, drg Yusuf Tolo menyebutkan angka pengidap HIV di Bumi Arung Palakka dari Januari-November 2022 mencapai 72 orang.


Dari 72 orang tersebut, 60 merupakan pria sementara wanita 10 orang. Angka kematian juga terbilang cukup tinggi yakni mencapai 12 orang.

Dalam dialog yang dilaksanakan Relawan Kesehatan Indonesian, drg Yusuf mengatakan salah satu problem yang dihadapi dalam penanganan HIV adalah minimnya deteksi dini.

"Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan deteksi dini. Karena kasus HIV di Bone ini bagaikan fenomena gunung es, yang muncul dipermukaan tidak seberapa. Bisa jadi ada bongkahan besar di bawah yang tak terdeteksi," ungkapnya saat menjadi narasumber dalam dialog tersebut.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bone ini melanjutkan, salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi penularan HIV dan AIDS yakni dengan donor darah.

"Dengan melakukan donor darah, maka akan langsung terdeteksi, karena proses di laboratorium begitu ketat. Sehingga ketika ada penyakit, maka bisa kita ketahui termasuk bagi pengidap HIV," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Berani Donor Darah Kabupaten Bone, Sitti Rahmah mengatakan, dengan mendonor maka sejumlah penyakit menular akan dapat dideteksi sejak dini.

"Donor darah bisa mendeteksi penyakit menular seperti HIV, sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C. Jadi tentunya kami mengajak kepada seluruh warga khususnya Kabupaten Bone untuk bersama-sama ikut aktif mendonor sekaligus deteksi penyakit serius sejak dini," ungkap Alumni Kampus Bataritoja Bone ini.

Ia pun menjamin privasi bagi seorang yang niatnya ingin mendonor darah namun belakangan dinyatakan terbukti positif HIV atau penyakit menular lainnya.

"Tentunya privasi tetap akan terjaga. Namun paling penting pengidap ini akan disarankan untuk berobat dan menekan agar virus tidak berkembang, sekaligus mencegah resiko penularan," ungkapnya lagi.

Relawan Kesehatan Indonesia Gelar Dialog Penanganan HIV dan AIDS

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone bersama dengan Komisi Penanggulana AIDS akan berkolaborasi bersama dengan Relawan Berani Donor Darah untuk bersama-sama melakukan upaya deteksi dini penyakit HIV khususnya di Kabupaten Bone.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, drg Yusuf Tolo membeberkan sejumlah fakta terkait dengan perkembangan penularan HIV dalam dialog yang digelar Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia di Cafe Mr. BR, Jl dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Watampone, Kamis (01/12/22) malam

Tampil sebagai narasumber, Yusuf bersama dengan Abidin perwakilan dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bone sepakat menyebut bahwa penularan HIV di Kabupaten Bone bagaikan penomena gunung es.

"Dari puluhan pengidap ditemukan bisa jadi itu adalah permukaan. Seperti gunung es, ada bongkahan besar yang bahkan bisa sampai ribuan namun tidak terdeteksi," ungkap Yusuf.

Diskusi yang dipandu Moderator, Zainal S. Sos, M.Si berlangsung menarik setelah beberapa perwakilan peserta melayangkan pertanyaan kepada narasumber terkait dengan penularan HIV.

"Penularan virus HIV ini secara langsung melalui cairan dan pembuluh darah. Yang paling banyak terjadi penularan adalah dari hubungan tidak normal, seperti sesama jenis, dan seks bebas," lanjutnya.

drg Yusuf kemudian mengatakan, langkah yang perlu dilakukan adalah memberi edukasi kepada masyarakat terkait dengan bahaya HIV. Kemudian paling penting edukasi kepada penderita untuk berobat.

"Karena masih ada penderita di Bone sebenarnya tidak mau berobat. Ini masalah, karena HIV akan cepat berubah menjadi AIDS ketika tidak ditekan dengan obat. Pada fase AIDS maka kekebalan tubuh akan habis, jadi semua penyakit bebas masuk ke dalam tubuh dan pada akhirnya akan menyebabkan kematian," tukasnya.

Sementara perwakilan dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bone, Abidin mengatakan, langkah yang dilakukan adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang dianggap pekerjaannya bersentuhan langsung dengan pengidap HIV.

"Kami lakukan sosialisasi, termasuk ke para PSK. Namun kendala yang kami hadapi adalah minimnya kesadaran dari mereka. Terkadang telah disampikan berulang kali namun pengaruh menyimpan itu masih saja dilakukan," ungkapnya.

Dari 72 kasus baru di Kabupaten Bone sepanjang Januari-November 2022, 10 orang diantaranya perempuan, selebihnya adalah laki-laki. Kemudian angka kematian mencapai 12 orang.

Dialog dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2022 dibuka langsung oleh Ketua Rekan Indonesia, Zainal S.Sos, M.Si, kemudian dihadiri peserta dari Relawan Berani Donor Darah, mahasiswa, jurnalis dan juga beberapa akademisi dari Kampus STIA Prima Bone mengusung tema 'Akhiri Ketidaksetaraan, Akhiri AIDS, Akhiri Pandemi'.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close