timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Tiga Sosok Penggawa Amerika Selatan Begelimang Prestasi di Indonesia Berkat Perkuat PSM Makassar

Baca Juga

Wiwink-Bola, Minggu 13 November 03:37 WIB

Logo PSM Makassar


TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Dalam sejarah perkembangan sepakbola tanah air tak lepas dari perjalanan karir tim sepakbola tertua PSM Makassar.


Berusia 107 tahun, Pasukan Ramang telah banyak melahirkan pemain muda yang diorbitkan main bersama Timnas Indonesia. 

Pada era perserikatan ada sejumlah nama. Bahkan legenda PSM Makassar, Andi Ramang merupakan satu-satunya mantan bintang timnas yang tercatat langsung di FIFA.

Era sekarang, siapa yang tak kenal Asnawi Mangkualam Bahar, Irfan Jaya bahkan beberapa nama lain menjadi pemain profesional setelah ditempa di akademi PSM Makassar.

Kemampuan mengorbitkan pemain lokal di PSM Makassar berlanjut pada pemain asing. Mereka yang berasal dari Amerika Selatan telah menjadi bagian dari perkembangan sepak bola di tanah air.

Pertama, Jacksen F. Tiago, merupakan mantan Pelatih Persis Solo, Jacksen F. Tiago, adalah sosok yang luar biasa. Ia pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1994. Petrokimia Putra adalah klub pertamanya saat itu.

Jacksen Tiago pun sempat menjadi mesin gol Persebaya Surabaya. Ia pun turut andil besar membawa Bajul Ijo menjadi juara Liga Indonesia 1996-1997 dan menjadi pemain terbaik pada musim itu. Jacksen meraih sukses terbesar saat membawa PSM Makassar meraih juara.

Selanjutnya, Luciano Leandro ia merupakan pemain didatangkan PSM Makassar. 

Ia membawa Persija juara Liga Indonesia 2001. Menariknya, saat itu Luci harus melawan PSM Makassar yang merupakan mantan timnya di babak final.

Luciano Leandro mencoba peruntungan sebagai pelatih di Indonesia ketika karier bermainnya selesai. Namun, ia tak seberuntung Jacksen Tiago. Luci kerap dipecat ketika bekerja sebagai pelatih.

Ke tiga, Ronald Fagundez pun salam karir sepakbolanya dimulai ketika bermain bersama PSM Makassar. 

Pasukan Ramang menjadi klu pertama tempat berlabuh di Indonesia. Barulah pada tahun berikutnya dia pindah ke Persik Kediri.

Persik sempat ia bawa menjadi juara Liga Indonesia 2006. Macan Putih pun menjadi langganan bermain di Liga Champions Asia di era Fagundez.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close