timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dua Pemain PSIS Semarang Habis Masa Kontrak Januari 2023, Pasukan Ramang Siap Buka Pintu

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 8 November 06:01 WIB

Duet Eka Ferbri Setiawan dalam laga BRI Liga 1 2022


TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Dua pemain PSIS Semarang mengonfirmasikan bahwa kontrak mereka akan berakhir pada Januari 2023 mendatang.


Kedua peman muda tersebut adalah Aqsha Saniskara dan Eka Febri Setiawan. Kedua pemain ini merupakan talenta berbakat dan tipe pemain kesukaan Bernardo Tavares.

Jika saja keduanya memilih meninggalkan Tim Mahesa Jenar, maka PSM Makassar akan membuka pintu untuk keduanya. Namun harus menjalani selesksi sama seperti yang dilalui Ramadhan Sanant.

Aqsha Saniskara berpotensi meninggalkan tim saat PSIS semarang dan seluruh peserta Liga 1 menunggu kepastian Jadwal Liga 1 kembali bergulir lagi.

Aqsha Saniskara berpotensi hengkang karena kontraknya bersama PSIS Semarang akan habis akhir Januari 2023 nanti.

Tidak hanya Aqsha Saniskara saja yang terancam pergi pemain lain seperti Eka Febri Setiawan juga menuju kontrak terakhir yakni pada 13 Januari 2023.

Marik ditunggu apakah dua pemain muda ini akan bergabung dengan Pasukan Ramang.

Sementara itu, PSM Makassar siap menghadapi kelanjutan BRI Liga 1 2022 meski dipastikan akan berlangsung dengan jadwal yang sangat padat. 

Kemudian pertandingan juga kemungkinan akan berlangsung tanpa penonton, namun manajemen Pasukan Ramang siap menjalani semua keputusan dari PT LIB.

Yang menjadi permasalahan saat ini adalah klub belum mendapatkan kepastian kapan akan dilanjutkan kembali BRI Liga 1 2022.

Hampir semua tim, termasuk PSM Makassa mengalami masalah yang sama yakni tak adanya kejelasan terkait dengan kelanjutan Liga 1 2022.

Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim mengatakan, tak ada masalah dengan jadwal padat. Terpenting kata dia saat ini adalah kelanjutan kompetisi.

"Paling utama liga jalan dulu. Itu keinginan kita. Kalau mengenai jadwal padat itu bagian dari konsekuensi," ujar dia.

Sule melanjutkan, mengenai penerapan sistem home and away dan bubble to bubble menurutnya tak ada masalah. Ia bahkan tak mau berpolemik soal itu.

"Pada intinya apa yang dizinkan oleh pemerintah itu akan kita ikuti. Karena biar bagaimana kelanjutan liga paling terpenting," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close