timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Soal Markas PSM Wajib Single Seat, TP: Jangan Ragu, Kami Punya Anggarannya Tak Perlu Melobi ke Pusat

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Selasa 17 Oktober 2022 18:30 WIB

Taufan Pawe berbincang dengan Komisaris Utama PSM Makassar 


TIMURKOTA.COM, PAREPARE- Wali Kota Parepare, Taufan Pawe menegaskan kesiapan Stadion Gelora BJ Habibie untuk diaudit oleh tim trasformasi sepakbola Indonesia pasca kerusuhan di Kanjuruhan, Malang.


Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan ini mengatakan, tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan stadion BJ Habibie. Menurutnya semua standar telah terpenuhi.

Bahkan pria yang akrab disapa TP, ini mengatakan soal Single Seat pihaknya memiliki anggaran. Tak perlu katanya melobi dan berharap lebih pada bantuan pusat.

"Saya tidak suka lobi, dengan minta anggaran di pusat. Saya apa yang ada saja," ungkap, TP.

Menurutnya yang ditunggu sekarang adalah tim konsultasi dari pihak PSSI dan pemerintah. Kalau sudah ada maka pihaknya memastikan pemasangan Single Seat akan segera terpasang.

"Kalau bagi saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini. Kita sementara menuju ke arah single seat itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora),  Zainudin Amali memastikan klub Liga 1, 2 dan 3 yang markasnya belum memenuhi standar FIFA diminta mencari stadion alternatif lain.

Zainudin Amali membeberkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono untuk membahas terkait dengan audit ke semua markas klub Liga 1 2022.

"Dari pembahasan yang kami lakukan. Klub yang menggunakan stadion belum memenuhi standar FIFA. Maka, harus mencari tempat lain dulu sampai renovasi selesai. Demikian pula dengan stadion-stadion yang lain,” ucap Amali.

Ia mengatakan, salah satu persyaratan utama yang wajib dipenuhi adalah Single Seat agar penonton nantinya membeli tiket sesuai dengan nomor tempat duduk.

"Mungkin kalau yang sudah memakai single seat, tetapi ada kekurangan di pintu, pintunya sempit, itu akan diperlebar. Yang penting bisa digunakan dulu tetapi dengan standar,” tuturnya.

Zainuddin melanjutkan, stadion yang belum mampu memenugi standar termasuk Single Seat dipersilahkan untuk mencari alternatif stadion lain.

“Stadion yang sama sekali belum memenuhi standar akan direnovasi sehingga klub yang menggunakan dipersilakan mencari tempat lain dulu. Bapak Presiden sangat peduli bahkan sampai perintahkan audit dan renovasi." imbuhnya.

 Zainudin Amali memfokuskan untuk stadion-stadion yang akan digunakan oleh klub Liga 1 hingga Liga 3 dulu.

“Tetapi kalau menunggu semua stadion, itu akan lama sehingga kita memfokuskan pada stadion-stadion yang digunakan oleh liga, klub kompetisi."

"Artinya, tidak semua. Misalnya, Manahan, stadion itu digunakan. Stadion itu sudah memenuhi standar,” ujar Zainudin Amali kepada awak media.

Dari hasil pertemuan itu pula, disebutkan bahwa pihaknya sepakat untuk mendahulukan stadion yang jumlah penontonnya banyak.

“Kita sepakat dengan Pak Menteri PU akan konsentrasi ke stadion yang segera butuh perhatian dan yang penontonnya banyak."

Terkhusus untuk Kanjuruhan Malang, pihaknya akan melakukan audit dan dibangun kembali sesuai dengan standar FIFA.

"Termasuk Kanjuruhan. Khusus untuk Kanjuruhan, perintah Bapak Presiden diaudit kemudian dibangun lagi atau direnovasi, tepatnya direnovasi,” ucapnya.

Renovasi sendiri baru akan dimulai tahun depan.

Audit ini dilakukan akibat kejadian memilukan seusai Arema FC vs Persebaya Surabaya tampil pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu berakhir dengan adanya tragedi menyayat hati.

Sedikitnya 132 orang tewas karena tak bisa keluar dari Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah terjadi kerusuhan di dalam stadion.

Setelah Tragedi Kanjuruhan itu, Presiden RI, Joko Widodo, memerintahkan agar segera dilakukan audit untuk stadion.

Untuk itu, Kementerian PUPR dipastikan menjadi ujung tombak audit stadion ini.

Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa perintah Presiden RI adalah untuk melakukan audit terhadap semua stadion di Indonesia.

Namun, apabila menunggu semua stadion, tentu saja akan memakan waktu lama.

Zainudin Amali mengatakan renovasi dilakukan buat stadion yang memang dinilai tak seusai standar FIFA dan tak layak pakai.

Oleh karena itu, semua masih dalam perencanaan termasuk Stadion Kanjuruhan, Malang.

Nantinya untuk renovasi akan dilakukan secara total, oleh karena itu dipastikan akan mulai tahun depan agar bisa dilakukan perencanaan secara maksimal.

“Sekarang masih dalam perencanaan dan perancangan, mungkin akan dimulai tahun depan,” kata Menpora.

Dengan situasi itu, tentu saja klub-klub Liga 1 hingga Liga 3 akan terdampak.

Mereka akan mengalami kesulitan untuk mempersiapkan tim jelang menghadapi kompetisi Liga 1 yang rencananya kembali dilanjutkan pada 25 November mendatang.

Menanggapi hal ini, Amali meminta agar semua pihak tak khawatir. Menpora menyarankan klub-klub untuk segera bergerak dengan mencari stadion lain terlebih dahulu.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close