timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pastikan Tak Ada Anak Emas, Ini Alasan Bernardo Tavares Belum Mainkan 4 Pemain Muda PSM...

Baca Juga

Wiwink-Bola, Senin 10 Oktober 2022 05:33 WIB

Edgar Amping



TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Bagi Bernardo Tavares pantang ada sebutan anak emas dalam tim. Siapapun yang bekerja keras dan mampu menunjukan penampilan sesuai dengan keinginan pelatih dalam latihan maka dia akan diturunkan pada saat pertandingan.


Jawaban itu dilontarkan, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menanggapi adanya pertanyaan bahwa masih ada empat orang pemain muda sampai pekan ke-11 belum mendapatkan menit bermain.

Empat pemain tersebut adalah, Ardiansyah berposisi sebagai penjaga gawang. Ia sulit mendapatkan menit bermain pasalnya harus bersaing dengan beberapa seniornya, Reza Arya, Harlan Suardi, hingga Rivky Mokodompit. 

Sementara sepanjang kompetisi BRI Liga 1 2022, Bernardo Tavares memang belum pernah melakukan rotasi pada posisi penjaga gawang. Alasannya, Reza Arya mampu tampil maksimal di setiap laga dan hanya kebobolan enam gol dari 10 laga dilakoni.

Selanjutnya ada, Ibnul Mubarak. Pemain yang pernah menimba ilmu di Spanyol dan Inggris ini masih belum mampu menembus persaingan di lini belakang PSM Makassar. 

Sebagai Stopper, Ibnul harus mampu meyakinkan pelatih. Pasalnya di posisi tersebut hanya dirinya dan Abdul Rahman Sulaeman (cedera) yang belum pernah dimainkan. 

Yuran Fernandes dan Aggung Mannan menjadi langganan. Jika satu dari keduanya absen maka ada, Syafruddin Tahar dan Erwin Gutawa yang melapisi.

Lanjut ada, Edgar Amping pemain jebolan Timnas U-19 ini berposisi asli sebagai bek sayap. Ia pernah menjadi langganan timnas. 

Di posisinya, ia harus bersaing dengan Yance Sayuri dan Dallen Doke. Selain karena baru pulang dari timnas, Edgar masih butuh kerja keras lagi untuk meyakinkan pelatih mampu melapisi dua seniornya tersebut.

Sama halnya dengan rekannya, Rafli Asrul di Timnas U-19. Berposisi sebagai gelandang, Rafli bahkan kalah bersaing dengan Ananda Raehan yang selama ini hampir setiap pertandingan ia diturunkan.

Meski dari segi permainan baik Rafli maupun Ananda sama-sama bagus. Namun Ananda sedikit diuntungkan karena memiliki permainan yang condong ke gelandang box to box.

Sementara Rafli bertipe gelandang bertahan sama seperti Akbar Tanjung dan M Arfan serta Rasyid Bakri.

"Semua tergantung dari pemain, apa yang mereka lakukan dan tunjukkan perform dalam latihan. Karena saya menentukan orang ini layak dimainkan atau tidak setelah mereka menunjukkan kerja keras dalam latihan," ungkap, Bernardo Tavares.

Juru taktik asal Portugal ini menerangkan, bahwa dalam kontrak pemain tak ada menyebutkan bahwa harus dimainkan dalam setiap laga.

Dengan demikian secara teknis dia yang berhak menentukan siapa pemain dianggap layak dimainkan dan siapa pemain masih butuh proses.

"Tidak ada kewajiban dari kontrak bahwa mereka dimainkan berapa menit atau bahkan selalu dimanikan dalam pertandingan. Saya tidak menilai dari faktor umur, siapa pun pemain mampu menunjukkan kerja keras maka dia akan mendapat menit bermain," tutup Pelatih berusia 42 tahun itu.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close