timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Nasib Pemain PSM Makassar Minim Konstribusi di Tangan Bernardo Tavares, Terancam Didepak Putaran Dua

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 25 Oktober 2022 04:56 WIB

Bernardo Tavares pelatih kepala PSM Makassar


TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares berulang kali menyampaikan bahwa pihaknya melakukan evaluasi terhadap pemain yang selama ini masih minim jam bermain.


Ia bahkan menyebutkan, bahwa diturunkan atau tidaknya dalam sebuah pertandingan tegantung dari hasil kerja keras pemain ketika berlatih.


Bernardo Tavares mencontohkan dua pemain akademi mereka Anada Raehan Alif bersama dengan Muh Dzaki. Keduanya telah mendapat kepercayaan berkat kerja keras yang ditunjukkan dalam latihan.


"Dalam menentukan pemain saya melihat bagaimana kerja keras pada saat latihan. Ketika mampu bekerja keras maka akan kami beri menit bermain, ini berlaku bagi semua pemain," tutur Bernardo.


Pada bursa transfer pemain, Bernardo Tavares kembali menyampaikan bahwa akan ada evaluasi ketat yang dilalukan. Jika pemain dianggap kurang maksimal atau bahkan tak mampu menembus tim inti maka akan dipinjamkan.


"Pemain yang tidak dapat menit bermain di PSM Makassar akan lebih bagus buat perkembangan dia ketika dipinjamkan ke klub lain yang bisa memberi kesempatan sebagai pemain inti," lanjut Pelatih berkebangsaan Portugal ini.


Sejauh ini beberapa pemain telah dipinjamkan PSM Makassar, mulai jebolan akademi, Renaldi, Fatrick Kallon.


Kemudian pemain senior ada Annas Fitranto, Ahmad Fahri Albar, mereka dipinjamkan dengan pertimbangan akan sulit mendapatkan menit bermain bersama Pasukan Ramang.


Saat ini ada beberapa pemain yang minim konstrobusi di PSM Makassar, diantaranya Muh Rafli Asrul, Ibnul Mubarak, M Ardiansyah, Rivki Mokodompit dan Harlan Suardi mereka bahkan belum sekalipun diturunkan dalam kompetisi resmi.


Selain itu ada beberapa pemain lain yang masih minim menit bermain, Dallen Doke, Bryan Cesar, hingga pemain naturalisasi Donald Bissa.


Salah satu penyebab pemain gagal memembus tim ini bukan karena kualitas mereka di bawah. Lebih kepada pesaing yang juga memiliki kemampuan di atas rata-rata.


Salah satu contoh, Erwin Gutawa. Musim lalu, bek kelahiran Kabupaten Bone ini menjadi langganan di lini belakang Pasukan Ramang.


Namun seiring dengan kehadiran dua bek lain yakni Agung Mannan dan Syafruddin Tahar membuat Erwin juga lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close