timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Komdis Wasit Tak Terima Dikritik Pelatih PSM. Bernardo Terancam Sanksi Seperti Pluim?

Baca Juga

Wiwink-Bola, Sabtu Oktober 2022 17:27 WIB

Bernardo Tavares


TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Hingga pekan ke-11 BRI Liga 1 2022, Pelatih PSM Makassar menjadi sosok yang paling sering melayangkan krtikan kepada perangkat pertandingan.


Dari sekian banyak kritikan dilayangkan. Mulai permainan keras lawan namun tak dikartu, hukuman terhadap Wiljan Pluim, terbaru Bernardo memprotes tambahan waktu ketika timnya melawan Persis Solo.

Dalam injury time terlihat hanya 4 menit. Sementara wasti baru meniup pluit panjang pada menit ke-97 padahal sepanjang laga tak ada insiden berarti. 

Menanggapi hal itu Bernardo Tavares menyebut, terkadang wasit di BRI Liga 1 menambah aturan dalam pertandingan.

"Saya betul-betul selalu mau menghindari berbicara tentang wasit, tapi kalian lihat apa yang terjadi, wasit memberikan 4 menit ekstra time pada saat itu Persis mendapatkan free kick, corner, dan lain-lain. Waktu sudah lewat. Kalau ini PSM, wasit (pasti) akan meniup peluit," ujar Bernardo

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh tampak geram. Dia meminta kepada pelatih PSM Makassar untuk fokus pada taktik permainan.

"Pelatih harusnya menyajikan teknik pelatihannya di lapangan, kalau dia pelatih seperti itu apa tugasnya pelatih seperti itu?" kata Ahmad Riyadh.

Dia menjelaskan, waktu tambahan boleh diberikan wasit yang tak boleh adalah belum mencapai batas waktu tambahan kemudian dihentikan.

"Tidak apa dia (Bernardo Tavares) berkata begitu. Malah kalau dikasih 4 menit terus 3 menit di (tiup) peluit, tidak boleh itu. Melebihi (waktu) boleh, kurang tidak boleh," jelas Ahmad Riyadh.

Menurutnya, pelatih harusnya paham dengan law of the game (LOTG). Sehingga yang diharapkannya adalah, protes yang dikeluarkan sesuai dengan LOTG.

"Protes sesuai LOTG (law of the game). Bagaimana terhadap pertandingan, kan ada itu tanda tangan berita acara. Boleh ditulis apa bunyinya, biar tahu kan ada berita acara setiap pertandingan," jelasnya.

"Mereka protes adalah hak seluruhnya, pemain boleh, pelatih boleh. Tapi ada alurnya, ada ketentuan aturannya bagaimana cara protes dan lain sebagainya," tambahnya.

Kepada wasit ia mengingatkan agar tidak menanggapi protes berlebihan yang disampaikan tim peserta Liga 1. Ia meminta agar wasit cukup fokus dengan tugasnya memimpin pertandingan dengan baik.

"Wasit tidak boleh ikut komen-komen, wasit harus memberikan kepemimpinan yang terbaik di lapangan. Itu tugas wasit," tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close