timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Inilah Hukuman Diterima Indonesia dari FIFA Setelah 127 Suporter Meninggal dalam Kerusuhan. Dibekukan Selama 8 Tahun?

Baca Juga

Wiwink-Bola, Minggu 2 Oktober 2022 06:46 WIB



TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Pihak kepolisian telah melakukan pendataan terhadap jumlah korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang. 


Tital 127 orang meninggal dalam kerusuhan tersebut. Dua diantaranya merupakan anggota polisi yang bertugas.  38 korban meninggal dunia di dalam stadion. Kemudian selebihnya menghembuskan nafas terakhir mereka di rumah sakit.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan sebanyak 127 orang meninggal dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan usai laga Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya . 

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim ketika konfrensi pers, Minggu, (2/10/2022) dini hari.

Konferensi pers terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan dihadiri Bupati Malang, Sanusi, Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Letkol Inf Taufik Hidayat, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang. Dua diantaranya adalah Anggota Polri," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Akibat insiden tersebut sepakbola Indonesia terancam dibekukan oleh FIFA. Jika mengacu pada tragedi-tragedi lainnya, Indonesia bisa saja dibekukan dalam jangka waktu delapan tahun.

Namun hal itu masih dalam proses penanganan FIFA. PSSI sendiri telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan liga selama sepekan ke depan.

Kemudian PSSI juga telah menjatuhi hukuman berupa larangan terhadap Arema FC untuk menjadi tuan rumah selama pergelaran Liga 1 2022.

"Arema FC dilarang menjadi tuan rumah di semua laga sisa BRI Liga 1 2022. Adapun sanksi lain, kami telah membentuk tim untuk melakukan investigasi langsung bersama dengan pihak kepolisian," ungkap, Ketua PSSI Mochamad Iriawan

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close