timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dikepung Ratusan Massa PMII, DPRD Kabupaten Bone Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Selasa 6 September 2022 15:27 WIB

Ratusan Kader PMII Kepung DPRD Bone


TIMURKOTA.COM, BONE- Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone bersama Asosiasi Pedagang Kali Lima mengepung Kantor Dewan Perwakilan Raykat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone di Jl Reformasi, Kota Watampone, Selasa (06/09/22) Pukul 11.30 Wita.


Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta komitmen dari Dewan Perwakilan Rakyat untuk menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan antara massa dan pihak petugas keamanan.

Ketegangan yang sempat berlanjut aksi saling dorong itu, dipicu ketidak siapan dan keterlambatan Anggota DPRD menerima aspirasi mahasiswa. Namun setelah Kapolres Bone, AKBP Ardinasyah SIK MSi turun tangan menenangkan massa suasana kembali kondusif.

Suasana makin cair setelah perwakilan anggota DPRD Bone yang dipimpin langsung, Ketua DPRD Irwandi Burhan SE menemui massa di halaman kantor DPRD. 

Satu persatu legislator menyatakan sikap bahwa mereka bersama-sama mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Bone menolak kenaikan harga BBM.

"Kami mahasiswa bersama dengan DPRD Bone menyatakan sikap dengan tegas menolak kenaikan harga BBM," kata, Ketua Cabang PMII Bone, Muhammad Nurwan Tifta yang juga diikuti Ketua DPRD Bone, Andi Irwandi Burhan SE dengan nada tinggi.

Dalam pernyataan sikapnya, sedikitnya ada empat poin tuntutan mahasiswa yang mengarah pada kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

"Tuntutan kami pertama, menolak secara tegas kenaikan harga BBM. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM. Ketiga, mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran, terakhir, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM," tukas Nurwan.

Ketua DPRD Bone, Andi Irwandi Burhan SE di depan mahasiswa mengatakan, pihaknya menolak kenaikan BBM karena akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

"Sebagai wakil raykat, kami tentu menerima aspirasi masyarakat. Jika masyarakat tidak menerima kenaikan BBM maka pihak kami juga menolak," tukasnya.

Sebagai bentuk tindaklanjut, DPRD Bone akan melanjutkan aspirasi mahasiswa tersebut ke pusat. 

"Dalam waktu dua hari ke depan kami akan memperlihatkan bukti pengiriman kami ke perwakilan mahasiswa," tutupnya.

Dari segi pengamanan, Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah SIk MSi mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam melaksakan unjuk rasa.

"Tak ada insiden berarti, kami dari pihak kepolisian mengapresiasi adik-adik kita dari PMII. Mereka telah menyuarakan aspirasi dengan tertib." Ungkapnya.

Kapolres menambahkan, ke depan ia berharap agar dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa tetap santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai bugis sipaka lebbi.

"Saling menghargai khususnya kami dari pihak petugas juga terus bebenah agar lebih maksimal lagi dalam mengawal mahasiswa dan masyarakat kita dalam menyampaikan aspirasi mereka," tutupnya.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close