timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Miris, Hampir Setiap Bulan Ada Penemuan Bayi Hasil Hubungan Gelap di Bone. Ini Faktanya...

Wiwink-Daerah Kamis 28 April 2022 04: 55 WIB

Warga menyerahkan bayi yang ditemukan ke pihak Puskesmas Ajangale untuk ditangani secara medis, Rabu 27 April 2022 sekira pukul 22.00 Wita (foto: hasil tangkap layar video detik-detik penemuan bayi)



TIMURKOTA.COM, BONE- Dalam kurung waktu tiga bulan lebih, sudah ada dua kasus penemuan bayi diduga hasil hubungan gelap di Kabupaten Bone. Dari catatan tersebut menunjukkan, bahwa hampir setiap bulan ada kasus pembungan bayi di awal Tahun 2022.


Sejumlah kalangan angkat bicara terkait dengan penomena tersebut. Mereka menilai perlu ada upaya-upaya agar hal serupa tak terjadi secara terus menerus.

Seperti diungkapkan tokoh pemuda, Ali Yusran S.Sos, MSi. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini sudah menunjukkan bahwa Siri (rasa malu, red) mulai pudar. 

"Ini perlu kita bahas secara bersama. Jangan dianggap sebagai hal biasa. Kita dikenal sebagai daerah beradat, ini akan jelek ketika kasus seperti ini terus terjadi. Harusnya ada tindakan lebih kepada para pelaku, kemudian pengawasan dari keluarga dan orang tua juga mesti diperhatikan," ujar Alumni Pasca Sarjana Unibos Makassar ini.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kasus pembuangan bayi. Salah satunya menurut dia adalah pergaulan bebas dan hubungan seks di luar nikah.

"Adapun faktor lain, misalnya desakan ekonomi. Namun dari data yang ada selalu saja mengarah pada dugaan hasil hubungan gelap. Jadi ini menunjukkan perlunya ada solusi sehingga bisa diantisipasi," imbuh dia.

Penemuan bayi diduga hasil hubungan gelap terjadi di Warga Desa Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (27/04/22) sekira pukul 22.00 Wita.

Bayi laki-laki tersebut ditemukan warga dalam kondisi hidup dan disimpan di teras masjid.

"Bayinya disimpan di dalam kardus kemudian diletakkan di teras masjid. Jadi untung cepat ada yang temukan, seandainya tidak mengkin meninggal kedinginan kasiang," kata seorang warga, Hj Nur.

Kepolisian Sektor Ajangale telah menerjunkan anggotanya melakukan penyelidikan terkait dengan penemuan bayi tersebut.

"Bayinya sudah diselamatkan. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua dan pelaku pembuang bayi," terang dia.

Kasus kedua, Pada Kamis 10 Maret 2022 lalu. Bayi berjenis kelamin perempuan dibuang orang tuanya di Masjid Toufiqurahman, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone.

Belakangan, hasil penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Sektor Tanete Riattang dipimpin Kapolsek, Kompol Andi Ikbal berhasil mengungkap kasus dan mengamankan dua pelaku.

Dari keterangan pelaku diperoleh, bahwa mereka membuang bayi lantaran malu setelah pasangan wanita dihamili oleh bapak tirinya.

"Mereka mengakui ada hubungan gelap antara bapak dan anak tirinya. Lantaran hamil, lalu takut ketahuan, maka mereka membuang bayi untuk menghilangkan jejak," jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close