timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Mahasiswi Asal Bone Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Hukum UMI Makassar

Wiwink-Pendidikan, Kamis 7 April 2022 18: 55 WIB

Andi Lulu Isvany Paronroi SH MH



TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Berbekal IPK 3,92, Andi Lulu Isvany Paronroi SH MH dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum angkatan ke-52 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.


Selain predikat terbaik, Andi Lulu juga dinobatkan sebagai lulusan tercepat. Ia menyelesaikan studinya di hari yang bersejarah karena bertepatan dengan puncak perayaan hari jadi Bone ke-692 Tahun 2022.

Setelah menyelesaikan studi pasca sarjana, Andi Lulu mengatakan, tantangan akan lebih berat lagi. Dirinya, menyadari kelulusannya bukan sebuah titik akhir perjuangan.

"Melainkan, ini merupakan awal dari tantangan untuk menjalani hidup ke depan." Ujarnya.

Bukan hanya tantangan. Tanggungjawab sebagai orang terdidik kata dia tentu harus dijaga dengan baik. Sebisanya memberikan contoh dan solusi setiap permasalahan di tengah masyarakat. Terlebih dirinya merupakan alumni hukum pidana.

"Tanggung jawabku lebih besar. Ada banyak orang di luar sana mungkin secara pendidikan masih di bawah. Sehingga mereka tentunya butuh peran kami sebagai alumni perguruan tinggi," katanya lagi.

Di balik keberhasilannya, Andi Lulu mengakui ada peran dari orang tua. Keluarga besarnya di Bone. Serta ia tak melupakan seorang dosen yang telah membimbing dirinya sejak masih di bangku kuliah S1.

"Ucapan terima kasih kepada Bunda Suriyati, S.H.,M.H selaku dosen Hukum Pidana STIH Pengayoman Watampone. Beliau dosenku waktu S1. Termasuk salah satu orang yang paling berperan penting dalam perjalanan karierku. Selain dosen di STIH, beliau juga merupakan Pengurus PKK Kabupaten Bone dan Koordinator Moodeling Dewan Kesenian Bone," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dengan raut wajah semringah, Andi Lulu Isvany Paronroi SH melangkahkan kakinya meninggalkan ruang sidang ujian hasil penelitian tesis di Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ia seakan tak percaya. Bahwa kini, tinggal selangkah lagi akan menyandang status Magister Hukum.

Gadis yang sarat prestasi di bidang kesenian ini mengatakan, apa yang diperoleh hari ini merupakan buah dari perjuangan tak kenal lelah selama mengikuti proses perkuliahan hingga tahap penelitian karya ilmiah atau tesis.

"Pertama saya mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua, puang Munniku (tantenya). Dosen pembimbing, Prof Dr H Syahruddin Nawi, SH MH, dan Dr Hj Sri Lestari Poernomo, SH, MH, serta dosen penguji , Prof Dr H Sufirman Rahman, SH. MH, Prof Dr H La Ode Husen,SH, MH serta Dr H Baharuddin Badaru, SH, MH," ucapnya.

Tak jauh beda dengan mahasiswa lain, Andi Lulu juga mengaku harus melalui beberapa proses yang terbilang menantang. Salah satunya menghadapi coretan-coretan revisi dari dosen pembimbing.

"Sempat juga beberapa kali revisi. Namun bagi saya itulah bumbu-bumbu dari perjuangan untuk mencapai pendidikan yang lebih dibanding saya dapatkan di bangku kuliah sarjana," katanya.

Dalam tesis yang disusun, Andi Lulu mengangkat judul, 'Penegakan Hukum Tindak Pidana Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur'. Salah satu alasan mengangkat judul tersebut yakni ingin memberi solusi atau memecahkan permasalahan kasus kekerasan seksual yang objeknya anak di bawah umur.

"Anak merupakan generasi emas dalam kehidupan. Ketika tidak mampu dijaga agar terhindar dari para predator yang tak bertanggungjawab. Maka generasi kita akan hancur. Salah satu cara untuk melindungi anak adalah dengan meneggakan hukum. Jangan ada ampun bagi pelaku tindak pelecehan terhadap anak," katanya lagi.

Ia menambahkan, selain faktor penegakkan hukum ada beberapa hal lain yang menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Termasuk, minimnya pengawasan dari orang tua.

"Salah satunya minim pengawasan, dan kasus kekerasan seksual ini juga terkadang orang yang dianggap mampu melindungi anak malah dia yang bertindak sebagai pelaku. Salah satu contoh kasus bapak kandung melakukan aksi melecehan terhadap anaknya sendiri," urai gadis yang masih menutup rapat kisah asmaranya ini.

Andi Lulu masih harus mengikuti proses ujian sebelum gelarnya disahkan melalui yudisium. 

"Setelah ini ujian meja atau tutup. Insyallah dengan doa dari orang tua dan semua keluarga saya optimis mampu melalui sekaligus membuktikan bahwa saya bisa menyandang status magister hukum," imbuhnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close