timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Kasus Unik. Buka Jasa Cepat Hamil, 300 Mamah Muda Jadi Korban

Wiwink-Peristiwa, Rabu 30 Maret 2022 14: 24 WIB 

Penipuan berkedok jasa cepat hamil dibongkar polisi di Banyuasin, Rabu (30/03/22) foto: Ilustrasi


TIMURKOTA.COM, BANYUASIN- Sedikitnya 300 ibu muda jadi korban penipuan berkedok jasa cepat hamil bagi pasangan suami istri yang dilakukan tiga orang pelaku. Dalam perkara ini tiga pelaku telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, yakni Sarwati alias Teteh, 50, Mariah Abdul Malik, dan Dwi Indra Nur Welly. 


Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengiming-iming calon korban untuk mengikuti pengobatan alternatif bagi ibu-ibu yang sudah lama belum bisa memberikan keturunan. Ratusan korban tersebut sebagian besar berasal dari Banyiasin. Sebagian lainnya ada berasal dari luar provinsi Sumatera Selatan. 

Kanit Reskrim Polsek Talang Kelapa, Iptu Panji Nugroho mengatakan, tiga pelaku yang diamankan mengaku sudah tiga tahun menjalankan bisnis haram tersebut. Aksi para pelaku dilakukan di sebuah rumah di perumahan Permata Residence, Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

"Ada beberapa ritual yang harus dilalui pasien. Salah satunya adalah diurut, kemudian diminta mengkonsumsi tiga butir garam dan bunga melati sebanyak tujuh buah," katanya menjelaskan.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menjalankan peran yang berbeda beda. Ada yang menyediakan menyediakan dua botol air mineral, sebagai syarat awal pengobatan.

"Usai beberapa kali datang untuk melakukan terapi urut, korban dinyatakan hamil. Tersangka Teteh dan Mariah melakukan tes kehamilan untuk lebih meyakinkan korban dengan cara mengambil urine korban. Tes kehamilan dilakukan tidak langsung di hadapan korbannya. Melainkan, di kamar lain agar tidak dilihat korban. Alat tes kehamilan dicelupkan ke urine milik orang lain yang memang sudah hamil,” terangnya. 

Setelah menunjukkan tes kehamilan palsu tersebut, para korban diminta untuk menyerahkan sejumlah uang. Para korban bahkan diminta untuk kontrol, tetapi tidak boleh ke tempat lain termasuk ke dokter, tetap harus di tempat praktik tersangka.

Tersangka bernama Teteh dan Mariah menghubungi seorang perawat bernama Dwi. Tugas mereka untuk meyakinkan korban sudah hamil dan diminta tetap untuk kontrol. 

"Beberapa bulan dinyatakan hamil korban merasa tidak menunjukan tanda-tanda kehamilan. Akhirnya, banyak korban memeriksakan secara mandiri ke dokter kandungan. Disitulah baru ketahuan bahwa korban memang tidak hamil dan telah ditipu pelaku,” tambah Sigit. Para korban yang meras tertipu langsung membuat laporan polisi di Polsek Talang Kelapa.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close