timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Emak-emak Berdesakan di Bone Demi Minyak Goreng

Baca Juga

Moh Hamzah-Daerah, Jumat 4 Maret 2022 15: 51 WIB

Suasana di salah satu toko di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (04/03/22)



TIMURKOTA.COM, BONE- Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau, puluhan emak-emak harus berdesak-desakan.


Hasil pantauan tim timurkota.com, ada beberapa toko yang menyediakan minyak goreng langsung diserbu pelanggan. 

"Alhamdulillah saya dapat satu minyak goreng. Ini masih langka, sudah dua hari saya keliling Kota Watampone namun tak dapat. Baru tadi pagi dapat info kalau ada dijual di sini. Makanya setelah salat subuh saya minta suami antar, kami bahkan menunggu sampai toko buka," kata Nurhidaya.

Nurhidaya mengaku khawatir lantaran kelangkaan minya goreng masih terus terjadi sementara itu ia membutuhkan minyak sebagai bahan untuk membuat makanan ringan.

"Saya ada usaha kecil-kecilan pak, menjual gorengan di sekolah. Sudah beberapa hari jualan berkurang karena keterbatasan minyak." Katanya lagi.

Warga lain, Asriani harus kecewa. Pasalnya, saat tiba di lokasi stok minyak goreng ludes. Ia mengaku sudah seharian mencari.

"Pas sampai tadi minyaknya juga sudah habis. Ini ada lagi info kalau ada toko yang masih buka di jalan Sukawati. Minyak goreng betul-betul jadi barang langka," bebernya.

Asriani melanjutkan, beberapa hari lalu ia sempat membeli minyak goreng dengan harga Rp125 ribu per satu jergen berisi liter. Padahal harga normalnya hanya Rp70 Ribu.

"Sekarang biar kita mau beli Rp300 ribu tidak ada juga. Kalau bisa pemerintah adakan pasar murah. Kami sebagai warga betul-betul kesulitan." Harapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Andi Ikhwan  Burhanuddin mengatakan, khusus di wilayahnya tak terjadi kelangkaan minyak goreng. Menurutnya yang terjadi adalah lonjakan harga dari Rp14 ribu menjadi Rp20 ribu.

"Harga yang kami temukan memang mengalami kenaikan. Pedagang memasang harga bervariasi ada Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter," katanya.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close