timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Lima Tersangka Pengeroyokan Mahasiswa Stia Prima Bone Resmi Diterungku


Editor: wiwink/timurkota

TIMURKOTA.COM, BONE-
Kepolisian Sektor Tanete Riattang, Polres Bone resmi menetapkan tersangka lima pelaku pengeroyokan terhadap mahasiswa Stia Prima Bone, Irfan Sardi. 


Kelima pelaku yang telah ditetapkan tersangka dan langsung dijebloskan ke penjara yakni IR, AB, GU, RA dan BA. Sementara, MM yang sempat ikut diamankan dibebaskan dengan alasan tak terbukti.


Kapolsek Tanete Riattang, AKP Andi Ikbal mengatakan, lima pelaku tersebut resmi ditahan usai menjalani pemeriksan selama 1x24 jam.


"Ada lima tersangka, dan langsung kami tahan," katanya menjelaskan.

Korban Tolak Berdamai

Hingga saat ini enam pelaku pengeroyokan Mahasiswa Stia Prima Bone sementara diamankan di Polsek Tanete Riattang. Ke enam orang tersebut diduga kuat sebagai pelaku utama pengeroyokan, Irfan Sardi mahasiswa Stia Prima Bone yang juga merupakan Kader Peregerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


Mantan Ketua IPMP Lamappatunru Komisariat Manurung'e, Saiful mengatakan pihaknya berharap kedua pihak berdamai.


"Kalau soal salah, memang rekan kami salah. Mereka harus menanggung semua konsekwensi yang ada. Namun saya sangat berharap ada kedamaian dari kedua belah pihak," harap dia.


Namun keinginan itu tampaknya sulit terwujud. Pasalnya korban telah menunjuk kuasa hukum untuk menangani proses penanganan kasus tersebut.


"Saya tidak mau damai. Apa yang dilakukan pelaku ke saya harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Irfan Sardi.


Sementara itu Ketua Cabang PMII Kabupaten Bone, Muhammad Nurwan Tifta mengatakan, terkait insiden penganiayaan kadernya. Dia meminta agar diproses secara profesional.


"Saya berharap semua pelakunya segera ditangkap secepatnya, dan di proses secara profesional demi terwujudnya keadilan hukum" katanya.


Sementara itu pantuan timurkota.com di Mapolsek Tanete Riattang, satu orang pelaku diamankan pada sore hari. Kemudian menyusul tiga orang pelaku lain. 


Dan terakhir dua orang yang diduga ikut secara langsung menyerang Irfan Sardi menyerahkan diri ke Polsek Tanete Riattang diantar beberapa rekannya.


Di halaman Mapolsek Tanete Riattang terlihat sejumlah Kader PMII Komisariat Stia Prima Bone memilih bertahan untuk memastikan status hukum bagi orang-orang yang diamankan.


"Kami mau memastikan apakah orang yang diamankan ini statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Atau jangan-jangan hanya untuk meredam suasana, intinya kami akan kawal kasus sampai dipersidangan," tukas, Muis Ketua PMII Komisariat Stia Prima Bone.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close