timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Sebelum Kabur ke Bone. Pelaku Sempat Tinggal Serumah dengan Korban Selama 4 Bulan

Terduga pelaku penculikan anak di bawah umur (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BULUKUMBA-

Kasus laporan dugaan tindak pidana penculikan anak gadis yang melibatkan, Sukardi (51) terhadap korban AZ (15) mulai terkuak. 

Pihak orang tua, AZ mengungkapkan sebelum kabur ke Kabupaten Bone. Sukardi sempat tinggal bersama, AZ di rumahnya selama empat bulan.

Namun pihak keluarga mengaku tak menaruh curiga. Pasalnya, Sukardi dan AZ masih berstatus sepupu satu kali. 

Bahkan ketika, AZ bersama ibu kandungnya ke acara hajatan pernikahan dia memilih untuk tinggal di lokasi saat orang tuanya pulang.

Beberapa saat kemudian, Sukardi datang menjemput AZ lalu dibawa kabur.

"Kalau masalah pacaran kami tidak tahu. Tapi memang anak saya pernah empat bulan tinggal di rumah Sukardi," kata, Nurbaya ibu kandung, AZ.

Pelaku dan Korban Masih Sepupu Satu Kali

Kasus laporan dugaan penculikan anak gadis di bawah umur memunculkan fakta baru. Rupanya, pelaku Sukardi (51) masih ada hubungan kekeluargan dekat dengan korban, AZ (15). 

Keduanya diketahui masih bersepupu satu kali. Ibu kandung Sukardi masih saudara kandung dengan Nurbaya yang tak lain adalah ibu kandung AZ (15).

Kepada timurkota.com Nurbaya mengatakan, sebelum kejadian tak ada gelagak mencurigakan dari pelaku. 

"Saya tidak tahu secara pasti. Karena Sukardi ini masih anak dari kakak saya, jadi mereka sepupu satu kali," kata, warga Desa Tigondeng, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menjelaskan.

Diberitakan sebelumnya, Nurbaya warga Desa Tigondeng, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan diselimuti kecemasan akan keselamatan anak perempuannya yang diduga jadi korban penculikan.

Pelaku diketahui bernama, Sukardi (51) membawa kabur AZ (15). Info terakhir yang didapatkan pihak orang tua lima hari lalu, AZ tengah disekap di salah satu rumah kost berlantai tiga di Kabupaten Bone.

Nurbaya mengaku terkendala, pasalnya korban hanya memberitahukan bahwa sementara berada di Bone di rumah berlantai tiga.

"Saya berkomunikasi sama anak lewat messenger, Anakku bilang saya ada di kontrakan yang belantai tiga. Dia bilang di Bone tapi tidak tahu daerah bonenya di mana, karena ini jauh dan masuk lorong. Mohon bantuannya" tutur, Nurbaya saat di konfirmasi timurkota.com Rabu,(06/02/2021)

Peristiwa penculikan terhadap anak Nurbaya berawal saat dirinya bersama-sama menghadiri hajatan pesta pernikahan di kampungnya. Ketika hendak pulang, AZ meminta izin untuk tetap tinggal di rumah pengantin tersebut.

"Semenjak itu dia menghilang dan dibawa oleh pelaku. Awalnya tak ada komunikasi, lima hari yang lalu baru ada pesan melalui messenger. Dia bilang tinggal di salah satu kontrakan, anak saya baru keluar dari kamar tempat dia tinggal kalau hendak ke warung makan," tuturnya lagi.

Sementar pihak Kepolisian Resort Bone yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya baru akan melakukan koordinasi terkait dengan adanya informasi pelaku penculikan yang masuk ke wilayah hukumnya.

"Kita cek dulu," kata, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf.

Ia melanjutkan, untuk laporan secara resmi terkait penculikan tersebut belum ada yang masuk ke Uni PPA Polres Bone.

"Kalau laporan belum ada sampai ke unit PPA." beber perwira tiga balok ini.



***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close