timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Fakta: Lama Bungkam, Ini Pembelaan Pihak Puan Maharani. Mikrofon Mati Sendiri?

Puan Maharani (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, JAKARTA-


Ketua DPR Puan Maharani yang akhir-akhir ini menuai sorotan usai diduga mematikan mikrofon saat rapat paripurna DPR RI melakukan bantahan.

Melalui, Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN) Puan Maharani mengatakan pihaknya hanya berupaya mengatur jalannya sidang agar tertib.

"Mbak Puan itu kan hanya pemimpin rapat yang isinya semua partai-partai politik, jadi ini bukan soal pribadi dia. Semua partai menyampaikan pandangan termasuk pemerintah dan harus bersabar nunggu giliran," kata Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN), Ali Nugroho kepada wartawan.

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsudin juga telah menegaskan bahwa matinya mikrofon salah satu anggota sidang dikarenakan memang protap bahwa mikrofon akan mati dengan sendirinya setiap durasi 5 menit aktif.

Diberitakan Sebelumnya

Dalam pembahasan dan pengesan UU Cipta Kerja Omnibus Law sosok Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sosok yang paling disorot. Mulai dari tertangkap camera mematikan mikrofon saat seorang anggota DPR RI mengkritik UU Cipta Kerja.

Hingga dirinya dianggap paling 'bernafsu' untuk memberlakukan UU Cipta Kerja. Namun belakangan sosok Puan Maharani muncul melakukan pembelaan. Dirinya bahkan mengaku siap untuk melakukan revisi terkait Omnibus Law jika dianggap merugikan rakyat.

"Kami mendorong pemerintah untuk menggandeng berbagai kelompok pekerja agar terlibat dalam pembahasan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Keterlibatan pekerja dibutuhkan untuk memperinci UU Cipta Kerja," ujarnya dalam keterangan tertulis ke media ini.

Ada beberapa kata dia yang pelu dibahas lanjutan bersama dengan buruh diantaranya, pengupahan, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, tentang pekerja asing, serta tentang hubungan kerja dan waktu kerja.

"DPR RI tentunya akan mengawal pelaksanaan rutunan UU ini," katanya.

Menurutnya rapat pembahasan nantinya akan dibuka secara umum dan dapat disaksikan masyrakat luas.

(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close