timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Alasan Buat Konten Youtube, Siswi SMP Dirazia Jadi PSK. Layani Dua Pria Sekaligus

 

Pelajar SMP membelakang usai terjaring razia pekat yang dilakukan Satpol PP Tangerang (foto: istimewa)

TIMURKOTA.COM, TANGERANG-


Seorang ibu pasti akan merasa terpukul ketika mengetahi anaknya menjajakan diri untuk pria hidung belang. Apalagi jika anak tersebut masih di bawah umur.

Hal itu pula dirasakan wanita berinisial, STN. Dirinya bahkan sempat pingsan saat mengetahui anaknya yang masih duduk di bangku SMP memilih menjajakan diri di Kota Tangerang, Banten.

STN mengaku baru mengetahui anaknya terlibat prostitusi setelah terjaring dalam operasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

"Saya bersumpah, anak ini bilang ke saya kalau mau keluar bikin konten youtuber bersama dengan beberapa rekannya. Saya sama sekali nggak tahu kalau dia jual diri,"ujar STN di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Menurut, STN kesulitan ekonomi tak boleh jadi alasan bagi anaknya untuk terjung jadi wanita pemuas nafsu pria hidung belang.

"Kamu harus sekolah, mama tidak mau kalau kamu dapat uang jajan dari jual diri. Biar mama yang capek," kata STN ke anaknya.

Ghufron Falfeli selaku Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menjelaskan dalam operasi penegakan Perda 7/8 tahun 2005.

Pihaknya mendapat 7 orang terduga PSK dan 3 pasangan bukan suami istri.

Dalam melancarkan aksinya para terduga PSK itu memanfaatkan aplikasi pesan singkat jejaring sosial MiChat.

"Berdasarkan keterangan yang kami gali, awalnya mereka tidak mengenal satu sama lainnya."

"Namun karena sering menginap di hotel tersebut mereka membuat semacam komunitas," beber Ghufron.

Bahkan, ketujuh orang terduga PSK tersebut secara swadaya menyewa tiga kamar sekaligus untuk memuluskan aksinya.

"Dua kamar mereka pakai untuk layani tamu. Satu kamar mereka pakai untuk berkumpul dan mereka patungan untuk membayar tiga kamar itu," imbuhnya.

Ia mengungkap, ketujuh orang terduga PSK tersebut dikembalikan kepada orangtua guna dilakukan pembinaan.

"Karena masih di bawah umur kami minta kepada keluarga untuk menjemputnya."

"Dan dibuatkan pernyataan kesanggupan untuk melakukan pembinaan terhadap anak - anak tersebut," kata Ghufron.


(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close