Iklan

Viral. Imam Dipecat Karena Pimpin Salat Jumat di Musala yang Belum Diresmikan Kades

timurkota.com_official
Senin, Agustus 03, 2020 | 10:19 AM WIB Last Updated 2020-08-03T03:20:23Z

TIMURKOTA.COM, BONE-



Imam Dusun Kanco, Desa Kanco, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan harus rela dicopot Kepala Desa lantaran memimpin salat jumat di Musala yang belum diresmikan.

Kades Kanco, Drs H Baharuddin mengatakan, pemecatan yang dilakukan terkait dengan kegiatan salat Jumat secara berjamaah di Musala Dusun Soga yang dilakukan Imam Dusun tanpa dikoordinasikan terlebih dahulu melalui pemerintah Desa.

“Begitu memang syarat-syarat dalam Islam, tidak boleh melakukan salat Jumat kalau tidak cukup empat puluh jamaah. Jika tetal melakukan salat Jumat tidak sampai empat puluh  jamaah tidak sah shalatnya karena begitu syarat-syarat agama dan peraturanya oleh Kementerian agama” ungkap kades menjelaskan.

Untuk meningkatkan status Musala menjadi Masjid harus melalui musyawarah dengan toko agama, masyarakat, setelah disetujui baru dibuatkan SK Desa.

Ditembuskan kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Pemerintah Kecamatan dan Kementerian Agama (Kemenag), ditingkat Kabupaten bahwa Musala tersebut sudah memenuhi keriteria dan kategori.

Anak kandung Imam Dusun, Jerry yang dikonfirmasi mengatakan orang tuanya mengetahui aturan tersebut. Hanya saja, waktu pelaksanaan salat jumat jembatan yang menghubungkan masjid induk rusak.

"Sudah minta izin sama imam desa. Karena keadaan tidak memungkinkan ke masjid desa. Itu disebabkan jembatan runtuh akibat banjir," ungkapnya menjelaskan.


(*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Viral. Imam Dipecat Karena Pimpin Salat Jumat di Musala yang Belum Diresmikan Kades

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan