timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Penerapan SK Covid-19 di Makassar Dihentikan. Hanya Buang-buang Anggaran?

M Sabri
TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-



Aktivis pemuda menilai penerapan Surat Keterangan (SK) Covid-19 di jalur keluar masuk Kota Makassar merupakan langkah yang kurang tepat dan terkesan hanya buang-buang anggaran.

"Sudah sangat jelas bahwa ini tidak berjalan efektif. Andai berjalan dengan baik, kenapa mesti dihentikan. Perlu diingat program penanggulangan Covid-19 ini tidak ada boleh jadi ajang coba-coba," kata, A Haryanto.

Menurutnya, setiap progam perlu pengkajian secara tuntas. Sehingga tak ada kesan bahwa program itu dilaksanakan tanpa perencanaan yang jelas.

"Intinya pemerintah tak boleh membuat kebijakan yang pada akhirnya tak mampu dituntaskan," tamahnya lagi menjelaskan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menghentikan pemberlakuan SK Covid-19 sebagai syarat masuk Kota Makassar.

“Posko dan patroli wilayah tetap ada namun personil dan waktu dikurangi,” kata Asisten I Kota Makassar M Sabri.

terkait dengan teknis di lapangan, keseluruhan diserahkan kepada Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) serta juga pihak kecamatan.

Selama 2 minggu terakhir terjadi penurunan kasus Covid-19 di Kota Makassar. Perwali 36 dinilai mampu menekan laju virus Corona atau Covid-19.

“Ketika kita berpikir sudah aman, maka itu tidak aman. Tapi ketika berpikir sudah tidak aman, maka itu sudah aman, karena kita melakukan pengawasan dan kewaspadaan,” tutur Sabri menambahkan.

Sementara itu ada 6 kecamatan yang menjadi daerah episentrum di Kota Makassar yakni Kecamatan Bontoala, Wajo, Makassar, Mamajang, Manggala dan Panakukkang.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close