timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dihantui Longsor, Jalan Rintisan Wagub di Bone Bakal Dapat Anggaran Perbaikan

Kondisi jalan poros Lonrong-Bakunge, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (dok)

TIMURKOTA.COM, BONE-
Jalan rintisan yang menghubungkan beberapa desa dengan ibu kota Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hampir setiap musim hujan terjadi longsor dibeberapa titik.

Untuk mengantisipasi terputusnya jalan yang diprakarsai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, A Sudirman Sulaiman, pihak kontraktor menyiapkan alat berat.

Jika sewaktu-waktu terjadi longsor dan menyebabkan jalan tertutup. Pihak kontraktor langsung mengantisipasi guna mencegah desa terisolir.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bone, Jibang mengungkapkan, pihak kontraktor masih bertanggungjawab dalam hal pembenahan selama enam bulan setelah pengerjaan jalan tersebut rampung.

"Pihak Kontraktor Lampulle masih bertanggungjawab atas perbaikan. Ada memang alat berat disediakan di lokasi. Setiap ada longsor langsung dikerja," kata, Jibang menjelaskan, Minggu (21/06/2020).

Jalan tersebut rencana akan dibronjong, khususnya pada titik yang dianggap rawan terjadi longsor. Namun hal itu ungkap, Jibang belum dilakukan dikarenakan anggaran provinsi belum keluar.

"Karena Covid-19 jadi ada penundaan anggaran. Kami berharap semoga tahun ini dapat terealisasikan," lanjut, Jibang.

Diberitakan sebelumnya, proyek jalan poros Lonrong-Bakunge,  Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone,  Sulawesi Selatan yang baru rampung pada akhir 2019 lalu kembali rusak parah.

Di sepanjang jalan yang menghabiskan anggaran Rp34 Miliar ini terjadi longsor, bahkan ada beberapa titik nyaris terputus. Hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

"Semenjak musim hujan terjadi longsor, puncaknya beberapa hari yang lalu titik longsor pada bagian jalan yang baru dirintis cukup besar. Motor saja sama pejalan kaki kesulitan," ungkap salah seorang warga, Darwis.

Darwis berharap pihak yang mengerjakan jalan tersebut dapat bertanggungjawab,  sehingga jalan dapat diakses kembali tanpa merasa was-was.

"Saran saya kepada pemerintah setempat, sebelum dibenahi alangkah baiknya ditutup sementara. Karena berpotensi memakan korban jiwa," harapnya.

Sekadar di ketahui,  proyek ini ditangani dua kontraktor berbeda. Pertama terdiri dari ruas jalan Bakunge-Palacari sepanjang 17 kilometer dengan total anggaran Rp24 miliar ditangani PT Lompulle.

Kedua meliputi ruas jalan Lonrong-Watang Ponre sepanjang 7 kilometer dengan total anggaran Rp10,8 miliar yang dikerja PT Bumi Ambalat.

Jalur sepanjang 27 km ini membuka daerah terisolir di sembilan desa yang ada di Kecamatan Ponre.

"Jalur ini jadi sangat strategis karena membelah 2 wilayah Bone dan memotong akses jalan Makassar-Watampone, mempersingkat jalan 100 kilometer atau sekitar 1 jam," kata Wagub Sulsel,  Andi Sudirman Sulaiman saat memantau pekerjaan jalan di kampung halamannya itu.

Proyek jalan yang terkesan dipaksakan ini sejak awal diprediksi bakal mengalami longsor ketika musim hujan. Pasalnya,  tak dilengkapi talud. Sehingga pergeseran tanah akan terjadi ketika disapu air dari pegunungan.

(win/as)

Berita Populer

close