Iklan

Disorot Publik, Kepala DLH Bone Perintahkan Pengecekan Toilet Taman Arung Palakka Setiap 30 Menit

tim redaksi timurkotacom
Minggu, Januari 04, 2026 | 8:32 AM WIB Last Updated 2026-01-04T01:34:34Z

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dray Vibrianto menegaskan pihaknya akan meningkatkan pelayanan dan pembenahan fasilitas umum di Taman Arung Palakka (Foto: Dok. Istimewa)

Penulis: Syamsul Bahri Arafah 
Editor: timurkota.com


TIMURKOTA.COM, BONE– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, angkat bicara menanggapi keluhan pengunjung terkait kebersihan fasilitas umum di kawasan Taman Arung Palakka. 

Sorotan publik tersebut mencuat setelah kondisi toilet taman kota itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Dray menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan tim lapangan untuk melakukan pengecekan dan pembersihan toilet secara rutin setiap 30 menit. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan fasilitas umum tetap bersih dan layak digunakan oleh masyarakat.

“Kami sudah meminta anggota kami untuk melakukan pengecekan dan pembersihan toilet setiap 30 menit,” ujar Dray Vibrianto kepada wartawan timurkota.com Minggu (04/01/26).

Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah lonjakan jumlah pengunjung, terutama pada momen tertentu seperti malam pergantian tahun baru. Kondisi tersebut membuat intensitas penggunaan fasilitas meningkat drastis.

Selain faktor jumlah pengunjung, Dray juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. 

Ia menyebut masih ditemukan pengunjung yang membuang sampah sembarangan dan tidak menyiram toilet setelah digunakan.

“Tidak bisa dipungkiri, saat pengunjung membludak seperti malam tahun baru, ditambah kesadaran pengguna toilet yang masih rendah, masih ada yang membuang sampah dan tidak menyiram setelah menggunakan toilet,” lanjutnya.

Dray juga menjelaskan bahwa pengaturan jam kerja petugas harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh personel DLH, termasuk petugas taman, bekerja sesuai jam kerja delapan jam per hari.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penganggaran khusus untuk insentif tambahan bagi petugas taman. Karena itu, pengelolaan jadwal kerja dilakukan secara bergiliran agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Memang tidak ada penganggaran untuk insentif, bukan hanya petugas taman, tetapi seluruh personel DLH. Jam kerja diatur sesuai ketentuan delapan jam per hari,” tukasnya.

DLH Kabupaten Bone berharap upaya pengawasan rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat berjalan seiring. 

Pemerintah daerah mengajak seluruh pengunjung Taman Arung Palakka untuk bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas publik demi kenyamanan bersama.

Sebelumnya, Aktivis mahasiswa, Muh Arfan, memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone atas langkah pembenahan fasilitas toilet di kawasan Taman Arung Palakka. 

Perbaikan tersebut dilakukan setelah kondisi toilet taman kota itu viral dan menuai sorotan di media sosial.

Meski demikian, Arfan menyayangkan langkah perbaikan baru dilakukan setelah mendapat tekanan publik. Ia menilai, keluhan terkait fasilitas tersebut sejatinya telah lama disampaikan oleh pengunjung, namun tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Responsif seharusnya dilakukan sebelum viral. Di era kemajuan teknologi seperti sekarang, dibutuhkan respons yang lebih cepat, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Muh Arfan kepada wartawan.

Ia berharap perbaikan fasilitas tidak berhenti pada aspek fisik semata. Menurutnya, Bupati Bone perlu melakukan evaluasi terhadap petugas lapangan yang diberi tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas umum di kawasan Taman Arung Palakka.

“Perlu ada evaluasi agar ke depan setiap petugas benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai baru bergerak setelah viral di media sosial,” lanjutnya.

Arfan juga menyinggung sistem penilaian kinerja yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin. 

Ia menilai, respons OPD terhadap keluhan masyarakat harus menjadi indikator utama dalam menilai kinerja instansi.

“OPD atau instansi yang disorot karena pelayanan publik kurang maksimal seharusnya mendapat penilaian khusus. Terlebih jika baru bertindak setelah viral, itu menunjukkan kinerja yang belum optimal,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasca menuai sorotan lantaran terkesan jorok. Pihak Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya membersihkan dan melakukan pembenahan terhadap toilet yang selama ini tak terawat.

Tim yang Dipimpin Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Bone, Andi Habibie, ST., M.Si melakukan pembenahan. Pihak pemerintah berharap dengan adanya perbaikan fasilitas dapat menambah kenyamanan bagi pengunjung.

Dari pantauan tim timurkota.com proses pembersihan dan pembenahan dilakukan pada Sabtu (03/01/26) pasca banyaknya kritikan dari publik.

Seorang pengunjung, Akhmad yang dikonfirmasi berharap ke depan pemerintah bergerak cepat menanggapi setiap keluhan masyarakat tanpa menunggu viral terlebih dahulu.

"Alhamdulillah sudah diperbaiki, ke depan kita berharap pemerintah tidak menunggu viral baru bertindak," Ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, di kawasan lapangan merdeka Watampone dilakukan penataan kendaraan agar tidak terkesan semrawut.

"Kendaraan juga harusnya ditata dengan rapi. Kemudian, pastinya kita berharap tidak ada juru parkir liar," tutupnya.

Keluhan sejumlah pedagang dan pengunjung terkait dengan fasilitas umum di kawasan Taman Arung Palakka atau lapangan merdeka Watampone ditanggapi aktivitas mahasiswa. 

Kondisi fasilitas umum di kawasan Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, menuai keluhan pengunjung. 

Salah satu yang menjadi sorotan adalah toilet umum yang dinilai tidak terawat dan menimbulkan bau tak sedap, padahal kawasan tersebut kini ramai dikunjungi warga setiap malam.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Bone membuka akses bagi para pedagang untuk berjualan di area taman bunga dan Lapangan Merdeka. 

Kebijakan ini disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha kecil karena kawasan tersebut kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas warga.

Pantauan di lokasi, Lapangan Merdeka hampir setiap malam dipadati pengunjung. 

Tidak hanya warga Kota Watampone, banyak pengunjung datang dari kecamatan sekitar untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati jajanan bersama keluarga.

Namun di tengah ramainya aktivitas tersebut, sejumlah pengunjung dan pedagang mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung. 

Toilet umum menjadi keluhan utama karena dianggap sebagai fasilitas paling vital, terutama bagi pengunjung yang datang bersama anak-anak dan lanjut usia.

“Sebenarnya kami senang sejak dibuka untuk berjualan, tapi tidak dibarengi fasilitas yang memadai. WC itu paling dibutuhkan,” ujar N, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, kepada timurkota.com.

Ia menilai, fasilitas yang bersih dan layak akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. 

Menurutnya, kenyamanan pengunjung juga berdampak langsung pada peningkatan aktivitas jual beli di kawasan Lapangan Merdeka.

Keluhan serupa disampaikan Akbar, salah seorang pengunjung. Ia mengatakan pengunjung kerap kesulitan ketika ingin menggunakan toilet karena kondisi WC yang ada dinilai tidak layak digunakan.

“Sudah ada WC, tapi tidak terawat. Baru mau masuk saja baunya menyengat, kemungkinan salurannya buntu. Akhirnya pengunjung harus keluar cari masjid atau rumah kerabat,” ungkap Akbar.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan demi kenyamanan bersama. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Disorot Publik, Kepala DLH Bone Perintahkan Pengecekan Toilet Taman Arung Palakka Setiap 30 Menit
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }