Iklan

Aktivis PMII Desak Kepala DLH Bone Evaluasi Kinerja Tim Kebersihan Taman Arung Palakka

tim redaksi timurkotacom
Minggu, Januari 04, 2026 | 11:09 AM WIB Last Updated 2026-01-04T04:10:01Z

Abd Rizal 


TIMURKOTA.COM, BONE- Aktivis Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bone, Abd Rizal meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone melakukan evaluasi pasca viral fasilitas toilet tak terawat di kawasan Taman Arung Palakka.

Abd Rizal mengatakan, keluhan masyarakat tersebut muncul karena lambatnya tim yang bertugas di lokasi bertindak. 

"Harusnya dievaluasi, karena memang terbukti baru ada pembenahan total setelah viral. Jadi selama ini kurang maksimal," Ungkapnya.

Dia melanjutkan, pemerintah Kabupaten Bone telah menegaskan bahwa mereka menjalankan fungsinya berbasis kinerja.

"Kalau muncul keluhan seperti itu, artinya ada fungsi yang tidak jalankan kinerjanya dengan baik. Jadi mestinya di evaluasi, bukan malah membuat pencitraan seolah telah bekerja maksimal," tambahnya.

Dia menyinggung pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang tidak anti kritik. 

"Anti kritik itu bukan hanya menekan dan sebagainya. Tapi mengabaikan kritikan publik, itu juga bentuk arogansi dari pejabat publik," tutupnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, angkat bicara menanggapi keluhan pengunjung terkait kebersihan fasilitas umum di kawasan Taman Arung Palakka. 

Sorotan publik tersebut mencuat setelah kondisi toilet taman kota itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Dray menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan tim lapangan untuk melakukan pengecekan dan pembersihan toilet secara rutin setiap 30 menit. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan fasilitas umum tetap bersih dan layak digunakan oleh masyarakat.

“Kami sudah meminta anggota kami untuk melakukan pengecekan dan pembersihan toilet setiap 30 menit,” ujar Dray Vibrianto kepada wartawan timurkota.com Minggu (04/01/26).

Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah lonjakan jumlah pengunjung, terutama pada momen tertentu seperti malam pergantian tahun baru. Kondisi tersebut membuat intensitas penggunaan fasilitas meningkat drastis.

Selain faktor jumlah pengunjung, Dray juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. 

Ia menyebut masih ditemukan pengunjung yang membuang sampah sembarangan dan tidak menyiram toilet setelah digunakan.

“Tidak bisa dipungkiri, saat pengunjung membludak seperti malam tahun baru, ditambah kesadaran pengguna toilet yang masih rendah, masih ada yang membuang sampah dan tidak menyiram setelah menggunakan toilet,” lanjutnya.

Dray juga menjelaskan bahwa pengaturan jam kerja petugas harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh personel DLH, termasuk petugas taman, bekerja sesuai jam kerja delapan jam per hari.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penganggaran khusus untuk insentif tambahan bagi petugas taman. Karena itu, pengelolaan jadwal kerja dilakukan secara bergiliran agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Memang tidak ada penganggaran untuk insentif, bukan hanya petugas taman, tetapi seluruh personel DLH. Jam kerja diatur sesuai ketentuan delapan jam per hari,” tukasnya.

DLH Kabupaten Bone berharap upaya pengawasan rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat berjalan seiring. 

Pemerintah daerah mengajak seluruh pengunjung Taman Arung Palakka untuk bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas publik demi kenyamanan bersama.

Kondisi fasilitas umum di kawasan Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, menuai keluhan pengunjung. 

Salah satu yang menjadi sorotan adalah toilet umum yang dinilai tidak terawat dan menimbulkan bau tak sedap, padahal kawasan tersebut kini ramai dikunjungi warga setiap malam.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Bone membuka akses bagi para pedagang untuk berjualan di area taman bunga dan Lapangan Merdeka. 

Kebijakan ini disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha kecil karena kawasan tersebut kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas warga.

Pantauan di lokasi, Lapangan Merdeka hampir setiap malam dipadati pengunjung. 

Tidak hanya warga Kota Watampone, banyak pengunjung datang dari kecamatan sekitar untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati jajanan bersama keluarga.

Namun di tengah ramainya aktivitas tersebut, sejumlah pengunjung dan pedagang mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung. 

Toilet umum menjadi keluhan utama karena dianggap sebagai fasilitas paling vital, terutama bagi pengunjung yang datang bersama anak-anak dan lanjut usia.

“Sebenarnya kami senang sejak dibuka untuk berjualan, tapi tidak dibarengi fasilitas yang memadai. WC itu paling dibutuhkan,” ujar N, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, kepada timurkota.com.

Ia menilai, fasilitas yang bersih dan layak akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. 

Menurutnya, kenyamanan pengunjung juga berdampak langsung pada peningkatan aktivitas jual beli di kawasan Lapangan Merdeka.

Keluhan serupa disampaikan Akbar, salah seorang pengunjung. Ia mengatakan pengunjung kerap kesulitan ketika ingin menggunakan toilet karena kondisi WC yang ada dinilai tidak layak digunakan.

“Sudah ada WC, tapi tidak terawat. Baru mau masuk saja baunya menyengat, kemungkinan salurannya buntu. Akhirnya pengunjung harus keluar cari masjid atau rumah kerabat,” ungkap Akbar.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan demi kenyamanan bersama. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aktivis PMII Desak Kepala DLH Bone Evaluasi Kinerja Tim Kebersihan Taman Arung Palakka
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }