TIMURKOTA.COM, BONE- Ambruknya Jembatan Poros Bolli–Salebba membuat aktivitas warga dari dua desa terganggu drastis.
Fasilitas yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil pertanian itu kini tidak dapat dilewati.
Kondisi tersebut memaksa warga harus mencari alternatif jalan lain yang lebih jauh, sementara sebagian lainnya tetap nekat menyeberangi sungai dengan risiko besar.
Situasi semakin memprihatinkan ketika debit air sungai meningkat saat hujan. Warga yang tetap melintas harus bertaruh nyawa karena arus yang deras dan tidak adanya pengaman di sekitar titik putus jembatan.
Beberapa warga mengaku terpaksa menyeberang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena jalur memutar membutuhkan waktu dua kali lebih lama dan menambah biaya transportasi.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut.
Selain mengancam keselamatan, kerusakan ini berdampak pada perekonomian lokal karena akses pengiriman barang menjadi terhambat.
Warga dua desa mendesak adanya tindakan cepat sebelum terjadi korban jiwa, mengingat jembatan itu merupakan satu-satunya jalur vital penghubung wilayah Bolli dan Salebba.
Jembatan di Pakkakessi, Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ambruk dihantam banjir beberapa waktu lalu.
Ambruknya jembatan tersebut menghambat perekonomian di dua desa yang berbatasan langsung yakni Bolli dan Salebba.
Dulunya jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk menjual hasil bumi. Namun saat ini harus mencari jalan alternatif lain.
Terlebih bagi mereka yang ingin mengangkut hasil panen baik itu jagung, padi, menggunakan mobil. Mereka diharuskan mencari alternatif.
Sebetulnya, warga telah membuat jembatan darurat yang terbuat dari bambu. Namun hanya bisa dilintasi pejakan kaki dan kendaraan roda dua.
"Jembatan darurat ini juga membahayakan keselamatan warga. Apalagi di saat musim hujan sangat rawan terjadi kecelakaan," ungkap seorang warga, Sudar.
Sebagai penduduk setempat yang seriap hari beraktivitas di lokasi. Sudar mengaku sejak jembatan rusak, warga harus mencari jalan alternatif cukup jauh ketika ingin mendapat pelayanan di kantor kecamatan.
" Semoga ada perhatian dari pemerintah. Supaya masyarakat setempat tidak berputar jauh untuk ke kantor kecamatan," tutupnya.
Kepala Desa Bolli, A. Pasni kepada awak media mengatakan, jembatan ambruk di wilayahnya itu telah disampaikan ke dinas terkait.
Selaku pemerintah desa berharap ada perbaikan. Mengingat jembatan tersebut masuk dalam kategori jalan kabupaten.
"Kami sudah sampaikan kepada Dinas terkait untuk diperbaiki, semoga ada realisasinya,"katanya.

