Iklan

Lebih 30% Warga di Indonesia Anggap Pemilu 2024 Diwarnai Kecurangan

timurkota.com_official
Senin, Februari 26, 2024 | 7:33 PM WIB Last Updated 2024-02-26T12:33:22Z

Penulis: Muis
Editor: Herman Kurniawan

Pemilu 2024 dicurigai sarat kecurangan (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap setidaknya 31,4% masyarakat di Indonesia menganggap pemilu tahun 2024 diwarnai dengan kecurangan.

Disisi lain, sebanyak 60,5% masyarakat yang menjadi responden mengatakan hal yang sebaliknya.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam rilisan survei pada Minggu (25/02/2024) menjelaskan bahwa pertanyaan yang diberikan kepada responden yaitu, 'ada yang berpendapat bahwa Pemilu 2024 diwarnai banyak kecurangan, apakah setuju dengan pendapat tersebut?'

"Ternyata jawabannya 31,4% menyatakan setuju dengan pendapat tersebut. Artinya, 31,4% masyarakat menganggap pemilu diwarnai kecurangan" Ujarnya.

Selanjutnya, dirinya mengatakan mayoritas responden atau sekitar 60,5% tidak setuju dengan pendapat tersebut. Mereka menilai tidak ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. 

"Jumlah 31,4% ini tidak bisa dianggap enteng. Angka ini sangat besar" Ungkapnya.

Kemudian, ia menjelaskan secara rinci bahwa Mayoritas masyarakat atau responden yang menganggap pemilu tahun 2024 ini diwarnai dengan kecurangan dengan persentase sebanyak 31,4% adalah mereka yang pemilih Anis-Muhaimin. Lalu, disusul oleh yang memilih Prabowo-Gibran sebanyak 36,5%, dan yang memilih Ganjar-Mahfud sebanyak 25,4%.

"Proporsi yang menilai pemilu curang, kalau digabungkan, mayoritas di pemilih 01 dan 03. Ini kalau kita tambahkan 38% dengan 25%" Tuturnya.

Selain itu, berdasarkan pilihan partai, mayoritas pemilih yang menyatakan Pemilu tahun 2024 diwarnai kecurangan berasal dari pemilih partai PDIP dengan persentase 21,9%. Disusul pemilih dari partai PKS dengan 19,4%, pemilih partai PKB 9%, dan pemilih partai PAN 8,1%

"Di pemilih partai lain, lebih banyak proporsi yang menilai pemilu tidak curang. Tapi, lagi-lagi kalau kita lihat di sini, partai yang dukung 01 dan 03 itu memang cenderung lebih banyak proporsi yang menilai pemilu itu curang" Ucapnya.

Survei LSI ini diselenggarakan pada 19-21 Februari 2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing.

Terdapat setidaknya 1.211 responden yang terpilih dan Wawancara terhadap responden dilakukan lewat telepon. Margin of eror survei sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Sampai sekarang, belum ada survei sejenis yang dikeluarkan lembaga lain. Namun, hingga saat ini Prabowo-Gibran unggul di Pilpres tahun 2024 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Demikian pula dengan hasil penghitungan dan rekapitulasi sementara KPU. Menurut penghitungan KPU per Minggu ini, Prabowo-Gibran memperoleh 58,82% suara.

Lebih lanjut, Anies-Muhaimin 24,38% dan Ganjar-Mahfud 16,8%. Rekapitulasi suara KPU diumumkan paling lambat 20 Maret 2024.

Pasangan Capres-cawapres Anis-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud kompak menyebut ada dugaan kecurangan di Pilpres 2024. Keduanya berencana mengajukan gugatan sengketa Pemilu tahun 2024 ke Mahkamah Konstitusi.

Belakangan, kedua kubu sepakat menggulirkan hak angket di DPR mengusut dugaan kecurangan pemilu.

Di sisi lain, pasangan pemenang Prabowo-Gibran juga mengaku menjadi korban kecurangan dalam Pemilu 2024.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lebih 30% Warga di Indonesia Anggap Pemilu 2024 Diwarnai Kecurangan

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan