Iklan

YM Community Bantah Pemanfaatan Bantuan Pemerintah, Pengamat Nilai Dongkrak Elektabilitas dan Popularitas Yasir Machmud

timurkota.com_official
Minggu, Januari 07, 2024 | 10:59 AM WIB Last Updated 2024-01-07T04:09:26Z

YM Community membantah isu pemanfaatan bantuan PKH (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- Berita yang marak terkait Yasir Machmud memanfaatkan bantuan PKH untuk mendapatkan suara, akhirnya di tanggapi oleh YM Community dan Pakar Politik Unhas. 

Mereka dengan tegas membantah bahwa tidak benar desas-desus dan informasi tersebut, pihaknya mengaku tidak pernah melibatkan kelembagaan PKH sebagai tim sukses. 

"Mengenai memanfaatkan paket bantuan yang di lansir beberapa media dan akun sosmed itu tidaklah benar karena itu adalah hak rakyat sebagai penerima manfaat," ungkap Andi Syahrum selaku Tim YM Community 

Pihaknya memastikan telah menyiapkan cenderamata dan bahan kampanye sendiri, dirinya siapkan puluhan ribu paket dan tidak mungkin memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politik. 

"Sebagai bendahara TIM kami sudah melaporkan bahan kampanye dan cendera mata yang akan kami bagikan saat sosialisasi dan nilanya miliaran. Silahkan di chek laporan Sikadeka dan Formulir LADK," tukasnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa Yasir Machmud seorang pengusaha dan punya kekuatan tersendiri dan mandiri untuk menjalankan strategi dan program Pemenangan.

Mujib, ketua YM Community mengatakan, kampanye negatif itu biasa terjadi meskipun ada larangan melakukan itu, karena politik itu dunia kompetisi. 

"Bagi kami jikalau 'para pembenci' mulai bersenandung sesungguhnya mereka adalah penggemar Yasir Machmud cuma caranya mengungkapkan yang berbeda. Intinya kami bergerak lurus dengan taat dan patuh pada UU Pemilu dan PKPU 15 tahun 2023," tukasnya.

Akademisi politik Pemerintahan Fisip Unhas, Dr A Lukman irwan , S.I.P., M.Si akademisi ikut menangapi isu miring yang menimpa Yasir Machmud, menurutnya ada 3 hal yang penting untuk di ketahui.

Pertama semakin mendekati hari H Pemilu maka akan semakin beragam upaya yg dilakukan oleh para kontestan untuk menjadi pemenang dalam kontestasi termasuk strategi black campaign.

Bertujuan untuk menjatuhkan kompetitor lainnya dengan strategi membuat opini/desas desus ataupun issu yang sifatnya dominan hoax.

Olehnya issu yang menimpa salah satu caleg partai gerindra untuk DPRD Sulsel (Yasir Mahcmud) patut diduga adalah bagian strategi black campaign sebagai upaya yang dilakukan oleh kompetitor beliau untuk menjatuhkan nama & kredibilitas beliau.

"Kedua, berdasarkan rilis survey dari berbagai lembaga survey maka bisa dilihat konsistensi data yang menempatkan Yasir Mahcmud selalu berada di urutan teratas sebagai salah satu caleg yang memiliki popularitas & elektabilitas yang stabil olehnya sangat dipahami," tukasnya.

Ia melanjutkan, bahwa akan ada berbagai upaya yang dilakukan untuk mendegradasi elektabilitas dengan menciptakan issue yang tidak benar akan tetapi yang harus dipahami bahwa masyarakat semakin cerdas & mampu memilah mana berita yang berbasis pada fakta dan yang mana hanya sekedar hoax yang dilempar oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Ketiga, sekiranya pun dapat dibuktikan bahwa kejadian tersebut adalah peristiwa betul-betul terjadi maka masyarakat ataupun bawaslu harus hati-hati untuk melakukan tindak lanjut karena sangat terbuka kemungkinan bahwa itu dilakukan oleh simpatisan yang merupakan kompetitor, Yasir yang sifatnya untuk menjatuhkan nama baik.

Menurutnya, di beberapa momentum kampanye dapat melihat animo dan antusiasme masyarakat Bone sangat luar biasa menyambut Yasir Machmud sebagai salah satu caleg DPRD Provinsi.

"Karena menurut amatan kami ternyata ada belasan ribu Tim Sukses yang dibentuk dan sudah puluhan ribu masyarakat yang dijumpai oleh beliau dalam pertemuan terbatas dan kampanye yang dilakukan," terangnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • YM Community Bantah Pemanfaatan Bantuan Pemerintah, Pengamat Nilai Dongkrak Elektabilitas dan Popularitas Yasir Machmud

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan