timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Terindikasi Dugaan Permainan, Pengumuman Hasil Seleksi PPS di Bone Ditolak Hampir Semua Kalangan, Mulai Pendaftar Hingga Kepala Desa

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Selasa 24 Januari 05:03 WIB

Suasana pelantikan seribuan lebih anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Stadion Lapatau Bone, Selasa (24/01/23)

TIMURKOTA.COM, BONE- Tak lolos karena tak punya orang dalam. KPU Mestinya tak adakan pedaftaran terbuka jika tak mampu transfaran. 

Jangan Lewatkan: PSM Makassar Melawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares Siapkan Kejutan: Dua Rekrutan Pemain Baru Berpotensi Jalani Debut


Jangan Lewatkan: RESMI, Lama Dirumorkan ke PSM Makassar, Marcelino Ferdinand Akhirnya Pilih Ikuti Jejak Eks Pasukan Ramang

Ini merupakan sebagian kecil dari ungkapan kekecewaan masyarakat Bone terkait dengan hasil seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang telah dirilis KPU Bone.

Wajar, jika pendaftar yang memiliki nilai tertinggi pada saat tes turtulis  ldengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Namun pada saat tes wawancara malah tidak lulus. 

Padahal, pengakuan mereka sebagian besar pertanyaan pada saat tes wawancara bukan teknis pelaksanaan tugas PPS di lapangan. 

"Pertanyaan seputar pengetahuan di desa. Bahkan ada bertanya siapa nama istri pak desa. Makanya kami menilai apa keutamaan dari wawancara ini kenapa sampai dijadikan dasar buat kelulusan sementara pertanyaannya biar anak SD juga bisa jawab," tutur, WS salah seorang peraih nilai tertinggi CAT yang gugur pada tes wawancara.

Selain itu, WS juga menyoroti soal pengumuman. Pihak KPU Bone mestinya mengumumkan sama seperti daerah lain. Ada jeda waktu, bukan diumumkan subuh dilantik paginya. 

"Jadi memang ada indikasi bahwa mereka menutup ruang buat kita untuk melakukan protes terkait dengan hasil tes wawancara," tukas dia. 

Bukan hanya WS, kalangan netizen malah menyerbu akun resmi KPU di Instagram. Mereka ramai-ramai menolak hasil seleksi PPS yang telah di rilis KPU.

Salah seorang pendaftar Anggota PPS  berkomentar di instagram di Pengumuman Hasil  seleksi di akun instagram KPU Kabupaten Bone.

Pria bernama, Ahman yang mengaku berasal dari Amali mengatakan, mereka yang lolos rata-rata rekomendasi salah seorang oknum yang mengaku dari pihak KPU Bone.

"Dia panggil beberapa Calon anggota PPS ke rumahnya bahkan yang datang bukan hanya orang Amali saja, kemudian dia sampaikan bahwa yang hadir di sini kita ketemu di pelantikan jadi secara tidak langsung dijamin kelulusanya," tulis Ahmad.

Ada juga salah satu pendaftar berinisial, SR menyebut bahwa ada dari Desa Kampuno  membeberkan dua pendaftar lolos padahal nilai CAT jauh di bawah nilai yang dia peroleh.

"Yang lolos itu dua orang di bawahku, ada satu memang nilai tertinggi, wawancara PPS itu hanyalah formalitas saja, agar bisa meluluskan orang-orang yang di rekomendasikan pihak tertentu, mestinya KPU terbuka soal nilai setelah wawancara," tukasnya.

Kepala Desa Samaenre, Syamsuddin mengaku kecewa dengan hasil pengumuman tersebut. Ia menyebut seluruh kepala desa di Bengo tidak akan hadir dalam pelantikan.

"Seluruh perangkat desa saya tidak ada yang lulus, begitupun desa lain di Kecamatan Bengo. Saya rasa susah mendata PPS kalau begini," ujarnya melalui pesan instan kepada Enews Indonesia, Selasa (24/1/2022).

Terpisah, Andi Idhil warga Kecamatan Libureng juga kecewa dengan hasil pengumuman tersebut. Ia juga menduga hal ini sarat akan kecurangan.

"Ini sistem kekeluargaan, ada anggota saya atas nama Elina Lestari, dia nilai tertinggi di tes CAT se- Kelurahan Ceppaga namun yang lolos malah nilai yang terendah," ungkap Idhil.

Idhil menambahkan, saat inu, Elina Lestari berangkat ke kantor KPU Bone untuk mempertanyakan hal tersebut.

Sama halnya beberapa peserta tes di Desa Sailong, Kecamatan Duabboccoe atas nama Andir, Reza, dan Saiful, mereka mengaku tiga besar dala tes CAT.

"Namun yang lolos itu urutan keempat, kedelapan, dan lainnya. Kami perhatikan tes wawancaranya pakai pensil, sisa diceklis-ceklis saja jadi gampang dirubah," kata Andir melalui sambungan telpon seluler.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close