timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Jika Yuran Absen Lawan Bhayangkara FC, Pelatih PSM Makassar Siapkan Dua Bek Rekrutan Baru Sebagai Pengganti

Baca Juga

Wiwink-Bola, Sabtu 10 Desember 19:40 WIB



TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Pelatih PSM Makassar telah menyiapkan beberapa pemain untuk menjaga kedalaman tim. Jika pemain inti terpaksa harus absen maka pemain tersebut akan langsung diberi kepercayaan untuk tampil. 


Upaya menjaga kedalaman tim dilakukan pelatih PSM Makassar di tengah pemberlakukan sistem bubble dalam enam laga yang tersisa di BRI Liga 1 2022.

Selain sistem berubah, jadwal sisa pertandingan yang hanya berjaran tiga sampai empat hari membuat pemain rentang mengalami cedera. Salah satu solusi diambil manajemen PSM Makassar yakni mempromosikan sejumlah pemain muda dari akademi.

Saat ini ada tiga pemain akademi yang resmi naik kelas ke PSM Makassar. Mereka, Sultan Zaky (17), Adil Nur Bangsawan (18) dan Muhammad Mulfi Hidayat (17).

Khusus untuk, Mulfi. Dirinya telah menjalani debut bersama PSM Makassar di pekan ke-13 melawan Persita Tangerang.

Sementara, Sultan Zaky yang merupakan bek jangkung milik Timnas U-17 diproyeksikan untuk melapisi posisi stopper Yuran Fernandes atau Agung Mannan jika harus absen membela PSM Makassar.

Pada posisi bek, PSM Makassar masih punya satu pemain yang juga tengah menanti debut bersama PSM Makassar yakni Ibnul Mubarak. Eks pemain timnas U-16 ini juga punya potensi untuk dimainkan.

PSM Makassar Waspadai Sanksi  Komdiz PSSI

Sanksi demi sanksi yang dinilai tidak berdasar oleh kalangan suporter PSM Makassar dijatuhkan oleh Komdis PSSI ke pemain dan pelatih Pasukan Ramang.

Pertama, ketika Wiljan Pluim melayangkan protes ke wasit setelah kakinya terinjak oleh pemain bertahan Persik Kediri yang kemudian berakhir pelanggaran. 

Ketika diganjar kartu kuning, Pluim terlihat melintas di hadapan wasit kemudian menunjukkan gestur protes sambil mengangkat tangan lalu mengeluarkan ucapan.

Awalnya wasit tak bereaksi, namun tiba-tiba dua pemain Asing Persik Kediri menghampiri dan melakukan intimidasi akhirnya wasit merubah keputusan dengan mengganjar kartu merah ke Pluim.

Kasus tak sampai disitu, wasit kemudian melapor ke prangkat pertandingan, selanjutnya diadukan ke Komdis PSSI. 

Tanpa ada proses sidang yang dihadiri klub dan pemain, secara tiba-tiba keluar surat pemberitahuan bahwa Pluim disanksi empat pertandingan akibat protes ke wasit plus tambahan satu larangan bermain akibat kartu merah.

Manajemen PSM Makassar tak begitu saja menerima hukuman yang dinilai dasarnya lemah dan terkesan dipaksakan untuk menjegal Pasukan Ramang.

Namun pada akhirnya, Pluim dan klub PSM Makassar harus pasrah. Karena banding manajemen ditolak, sang kapten pun hanya jadi penonton selama lima pertandingan dilakoni timnya.

Di saat Pluim menjalani sanksi terakhir, muncul lagi keputusan yang berakhir sanksi bagi PSM Makassar. Kali ini, sang pelatih Bernado Tavares menerima kartu kuning ke dua karena dinilai melakukan protes berlebihan ke wasit.

Pelatih asal Portugal itu pun tak diperkenankan mendampingi tim saat PSM Makassar melawan Persita Tangerang pada pekan ke-13 BRI Liga 1 2022.

Kini keduanya, baik Pluim maupun Bernardo Tavares terbebas dari sanksi. Meski keduanya telah terbebas namun kalangan suporter PSM Makassar meminta semua pemain waspada.

"Saya berpikir, ke depan kemungkinan Yuran jadi target. Karena dia paling menonjol juga di posisinya sama seperti Pluim," ungkap, Raihan seorang penggemar PSM Makassar.

Menurutnya, selain berhati-hati. Pelatih PSM Makassar juga patut memikirkan alternatif jika sampai Yuran harus absen.

"Harus ada pemain sepadan disiapkan. Dengan beberapa bukti yang ada pihak Komdis kapan saja bisa menjatuhi hukuman mesti dasarnya tidak kuat," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close