Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE– Menjelang dimulainya musim giling tahun 2026, Regional Head 1 Sugar Co (SGN) Surabaya, Edy Purnomo, bersama Kepala Bagian Operasional 1 MKSO Surabaya, Febri Ari Marpaung, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kesiapan operasional Pabrik Gula (PG) Bone di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh aspek budidaya tebu, kesiapan mesin, hingga infrastruktur produksi siap mendukung peningkatan produksi gula nasional dan program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
Kedatangan jajaran Kantor Pusat Surabaya disambut langsung oleh General Manager SGN Pabrik Gula Bone, Kukuh Saputro, dan General Manager Kebun Bone, Walyanto, S.P., bersama jajaran manajemen.
Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan areal Kebun Tebu Talaga di wilayah Hak Guna Usaha (HGU), dilanjutkan melihat kondisi tanaman tebu di areal Puslik, kemudian melaksanakan salat Zuhur di Masjid Makmur, sebelum akhirnya meninjau kesiapan fasilitas produksi di Pabrik Gula Bone Arasoe.
Cluster Head Sulawesi, A. Muh. Wardi Samad, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan persiapan musim giling berjalan sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan.
Menurutnya, evaluasi dilakukan mulai dari kesiapan lahan, pertumbuhan tanaman tebu, hingga kesiapan peralatan pabrik agar proses produksi nantinya berlangsung optimal.
"Kunjungan Regional Head 1 SGN dan Kabag Operasional 1 MKSO Surabaya merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan musim giling. Seluruh aspek kami pastikan berjalan sesuai rencana agar target produksi tahun 2026 dapat tercapai dengan maksimal," ujar A. Muh. Wardi Samad di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, GM SGN Pabrik Gula Bone, Kukuh Saputro, menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan berbagai persiapan terus dimatangkan menjelang dimulainya musim giling yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
Persiapan tersebut meliputi kesiapan mesin produksi, sarana pendukung, serta koordinasi antara sektor kebun dan pabrik agar proses pengolahan tebu berjalan efisien.
"Kedatangan Bapak Regional Head 1 SGN dan Kabag Operasional 1 MKSO Surabaya merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi persiapan giling tahun ini. Insya Allah musim giling direncanakan dimulai pada bulan Agustus 2026. Kami optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu," kata Kukuh Saputro.
Ia menambahkan, keberhasilan musim giling tahun ini tidak hanya diukur dari jumlah produksi gula yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas produk, efisiensi operasional, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, seluruh jajaran terus memperkuat sinergi mulai dari pengelolaan kebun, pengangkutan tebu, hingga proses pengolahan di pabrik.
Menurut Kukuh Saputro, Pabrik Gula Bone memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi gula di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari manajemen pusat dan kesiapan sumber daya yang dimiliki, pihaknya optimistis target produksi tahun 2026 dapat tercapai sekaligus memberikan dampak positif bagi petani tebu, perekonomian daerah, dan industri gula nasional.
"Kami berharap Pabrik Gula Bone terus bangkit dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada gula nasional. Sinergi antara manajemen pusat, jajaran kebun, pabrik, dan para petani menjadi kunci keberhasilan musim giling tahun ini," tutup Kukuh Saputro.
Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara langsung oleh manajemen pusat, SGN menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses persiapan berlangsung sesuai standar operasional perusahaan.
Dengan target dimulainya musim giling pada Agustus 2026, Pabrik Gula Bone diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas gula nasional, memperkuat rantai pasok industri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada gula dan pertumbuhan sektor agroindustri di Indonesia. (*)



