![]() |
| Bhabinkamtibmas Polsek Cina, Brigpol Alif Lofty, S.H., M.H menyerahkan paket sembako kepada warga (Foto: Dok. Istimewa) |
Laporan: Syamsul Bahri Arafah, Kecamatan Cina
TIMURKOTA.COM, BONE – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi momentum refleksi bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.
Semangat pengabdian itu diwujudkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Cina, Brigpol Alif Lofty, S.H., M.H., melalui aksi sosial berbagi paket sembako kepada masyarakat binaan dan warga kurang mampu di Desa Ajangpulu dan Desa Kanco, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Rabu (1/7/2026).
Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Brigpol Alif memilih mengisi Hari Bhayangkara dengan menyambangi rumah-rumah warga yang membutuhkan.
Tidak ada seremoni besar, hanya langkah sederhana yang membawa harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Senyum tulus para penerima menjadi hadiah yang tak ternilai dibandingkan isi paket sembako yang dibagikan.
Satu per satu rumah didatangi. Ada lansia yang hidup seorang diri, orang tua penyandang disabilitas pendengaran, warga yang belum dikaruniai keturunan, hingga anak-anak yatim piatu.
Kehadiran seorang polisi di depan pintu rumah mereka bukan untuk urusan penegakan hukum, melainkan membawa pesan kepedulian bahwa negara tetap hadir melalui sentuhan kemanusiaan.
Brigpol Alif Lofty mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari peringatan Hari Bhayangkara, tetapi telah menjadi agenda rutin yang selalu diupayakan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus sebagai sarana memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat binaannya.
"Nilai sebuah keikhlasan hanya Allah SWT yang mengetahui. Ada sedekah yang dilakukan secara diam-diam sebagai bentuk keikhlasan kepada Sang Pencipta, ada pula yang dilakukan secara terbuka agar menjadi inspirasi bagi sesama untuk saling berbagi. Jangan sampai kekhawatiran dianggap riya justru membuat kita enggan bersedekah," ujar Brigpol Alif Lofty.
Menurutnya, kebiasaan berbagi harus terus dilatih sejak dini. Sebab, jika seseorang tidak membiasakan diri bersedekah, maka sampai kapan pun akan terasa berat untuk mengeluarkan sebagian rezekinya bagi orang lain.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup dan ibadah sehari-hari.
"Ini adalah agenda akhirat yang saya usahakan untuk terus dilakukan. Akhiratnya dapat, dunianya juga dapat. Ketika kita membantu orang lain dengan ikhlas, insya Allah akan selalu ada keberkahan yang menyertai," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Brigpol Alif juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ajaran Islam tentang sedekah sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Munafiqun ayat 10, yang mengingatkan manusia agar menginfakkan sebagian rezeki sebelum datangnya kematian dan penyesalan.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa kesempatan berbagi tidak datang selamanya sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Selain kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan, ia menekankan bahwa keluarga sendiri juga menjadi pihak yang paling utama untuk menerima perhatian dan bantuan.
Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sedekah kepada kerabat memiliki dua keutamaan sekaligus, yakni pahala sedekah dan pahala menjaga tali silaturahmi.
Aksi sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Desa Ajangpulu dan Desa Kanco.
Kehadiran Bhabinkamtibmas yang datang tanpa sekat, menyapa dengan penuh keakraban, serta berbagi dengan tulus, menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan institusi kepolisian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati lahir dari kepedulian terhadap sesama.
Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan Brigpol Alif Lofty, nilai-nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan semangat melayani terus hidup, menjadikan setiap tugas sebagai ladang ibadah sekaligus mempererat kepercayaan masyarakat kepada Polri. (*)


