timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Momen Hari Pahlawan Nasional: Puluhan 'Pahlawan Cilik' Dengan Gigihnya Tuntut Ilmu di Bawah Kolong Rumah Panggung

Baca Juga

Wiwink-Bola, Rabu 9 November 19:48 WIB

Siswa SD 5/81 Pallawa, Desa Pallawa Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, belajar di bawah kolong rumah, Rabu (09/11/22)


TIMURKOTA.COM, BONE- Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap tanggal 10 November. Hari Pahlawan sendiri diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Jika Hari Pahlawan menunjukkan kegigihan dan semangat pantang mundur, maka tak salah ketika para siswa SD 5/81 Pallawa, Desa Pallawa Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone Sulawesi Selatan sebut mencerminkan bak pahlawan dalam menuntut ilmu.

Alih-alih mengikuti proses belajar mengakar di gedung dan fasilitas memadai layaknya sekolah di kota. Mereka malah harus memanfaatkan kolong rumah kosong milik warga untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Meski disebut bahwa proses belajar mengajar di bawah kolong rumah itu merupaka kelas jauh. Namun jumlah siswanya mencapai 40 orang. Sangat layak dibangunkan bangunan lengkap dengan fasilitas memadai.

Mirisnya, aktivitas belajar mengajar dengan fasilitas memperihatinkan itu telah berlangsung lama namun belum cukup untuk membuka mata pemerintah.

Kepala Sekolah SD 5/81 Pallawa Arkis menerangkan jika dirinya terpaksa membelajarkan siswanya di bawah rumah Pak Dusun karena kawahtir para siswa tersebut berhenti sekolah.

“Dulu banyak siswa yang pindah sekolah bahkan berhenti karena tidak mampu untuk berjalan ke sekolah induk. karna jarak ke sekolah induk tersebut sangatlah jauh dari tempat tinggal mereka,” tuturnya.

Lanjut Arkis hal ini hanya terjadi pada siswa kelas 1,2 dan 3. Untuk kelas 4,5,6 tetap di perintahkan ke sekolah induk. Kekurangan besar kami dikelas jauh itu adalah tidak adanya tenaga pengajar.

“Jadi yang mengajari para siswa kami itu cuma satu orang itupun bukan dari ASN hanya tamatan SMA yang bermukim di dusun itu. Selain itu kita bersyukur karna ada warga yang mau menghibahkan lahannya untuk pembangunan kelas jauh,” jelas Arkis.

Lanjutnya ia sudah berapa kali kita usulkan pembangunan kelas jauh. Namun sampai saat ini pemerintah belum juga merespon.

Kami berharap semoga tahun depan kelas jauh ini sudah mendapatkan fasilitas dan para siswa tidak lagi belajar di bawah rumah pak dusun. Selain itu kami juga sangat membutuhkan guru siswa,” tambahnya.

Hal ini pun telah diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan. Menurut Sekretaris Disdik Nursalam bahwa pembangunan ruang kelas jauh itu harus menggunakan DAU Dana Alokasi Umum bukan DAK karna DAK harus melalui prosedur yakni jumlah siswanya.

“Semoga tahun depan bisa dimasukan karna ini anggaran dari pusat. Yang terpenting kami juga harus mengetahui kalau lahan warga yang sudah dihibahkan itu tidak bermasalah,” jelasnya Rabu 9/11/2022.

Kami juga meminta khususnya anggota dewan di Komisi 4 untuk membantu memperjuangkan hal ini agar secepatnya mendapat bantuan,” pinta Nursalam


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close