timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Kisah Mistis 'Batu Goroe': Pekerja Hilang Misterius Hingga Penunggu Terowongan Tak Suka Sopir Arogan, Truk Didorong Masuk Jurang

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Minggu 20 November 18:12 WIB

Penampakan batu goroe dari dalam, konon terowongan batu cadas ini dibangun dengan peralatan pahat

TIMURKOTA.COM, BONE- Minggu 20 November 2022 sekira pukul 16.30 Wita, kondisi di kawasan Sumpang Labbu, atau penduduk setempat menyebut dengan nama 'Batu Goroe' terasa sejuk. 


Sinar mata hari mulai tak terlihat lagi, angin bertiup menambah sejuknya lokasi yang pernah menjadi tempat penyiksaan ratusan warga pribumi oleh penjajah Belanda.

Konon katanya, warga dipaksa bekerja tanpa diberi makan. Mereka yang sudah kelelahan dan tak dapat bekerja lagi langsung dieksekusi di lokasi atau bahkan ada hilang secara misterius.

Jika dilihat sekilas, maka sulit dipercaya terowongan berdinding batu cadas itu diciptakan oleh manusia dengan menggunakan peralatan seadanya.

Batu Goroe dari sisi barat

Menurut kesaksian salah seorang warga, Asnawing yang mengaku ikut menyaksikan pengerjaan Batu Goroe. Saat pengerjaan berlangsung seakan nyawa manusia tak ada harganya.

"Ibarat kata lebih berharga nyawa seekor ayam. Kalau ayam mati bisa dimakan, sementara kalau manusia dieksekusi sama Belanda dibuang begitu saja," ungkap kakek yang kini berdomisili di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone.

Ia masih mengingat, ketika ribuan orang didatangkan ke lokasi tanpa diketahui asal usulnya. Mereka datang dalam keadaan terpaksa, ada yang bahkan harus menahan sakit untuk tetap bekerja.

"Jadi kalau ada kejadian-kejadian aneh di sekitar lokasi itu wajar. Karena memang saat pengerjaan dulu banyak tumbal, banyak nyawa manusia terbuang percuma akibat kekejaman penjajah," ungkapnya lagi.

Ia menuturkan, para pekerja menggunakan pahat kemudian memahat batu sedikit demi sedikit hingga akhirnya berbentuk terowongan besar yang dapat dilalui kendaraan dan alat perang Belanda.

"Penduduk pribumi bekerja dan diawasi Belanda bersenjata lengkap. Mereka yang istirahat tanpa ada perintah langsung ditembak. Semua hanya bisa pasrah, tak ada bisa melawan," jelasnya.

Seorang warga, Marwah yang kebetulan melintas di lokasi tiba-tiba turun dari mobil kemudian meletakkan telur ayam di dalam terowongan. 

"Hanya tradisi saja, keluarga kami secara turun termurun melakukan ini ketika melintas dan membawa balita. Kebetulan di dalam mobil ada anak balita saya," ungkap warga yang mengaku berasal dari Kecamatan Bengo ini.

Marwah mengisahkan, pernah suatu waktu orang tuanya membawa bayi melintas di lokasi. Ketika sampai di rumah bayi tersebut tak pernah berhenti menangis.

"Setelah diobati sama orang pintar, disarankan kalau lain kali melintas letakkan telur. Supaya anak tidak diganggu sama penunggunya," imbuh dia.

Sekadar diketahui terowongan Sumpang Labbu merupakan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Bone dengan Kota Makassar. 

Jalur ini banyak dilalui truk dan bus yang hendak menyebrang ke Kolaka Sulawesi Tenggara melalui jalur laut pelabuhan Bajoe. 

Para sopir mobil pun selalu diingatkan agar ketika melintas di lokasi  tetap berhati-hati dan ikuti petunjuk warga yang memang bertugas mengatur arus lalu lintas di lokasi.

"Paling penting jangan sombong, karena sudah banyak bukti. Ada sopir anggap remeh tikungan di sini, dan menunjukan sikap angkuh, mobilnya tiba-tiba keluar jalur dan masuk ke jurang, seperti ada yang dorong," kata, Akmal seorang warga ditemui penulis di lokasi.

Menurut Akmal ada beberapa lokasi di tikungan sebelum batu goroe yang juga diyakini angker. Menurutnya tikungan pertama salah satunya.

"Di tikungan pertama sama ada tikungan patah bagian atas pas setelah kita lewati terowongan kalau dari arah Makassar. Di sana sering terjadi kecelakaan, kami di sini selain menuntun mobil mobil truk, juga selalu ingatkan agar waspada," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close