timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Bernardo Tavares Berani Pasang Target Juara Liga 1 2022 Jika Manajemen PSM Resmi Datangkan Dua Putra Daerah dan Pilar Timnas Piala AFF Ini

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 15 November 04:30 WIB

Logo PSM Makassar

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Ditanya terkait dengan target juara, pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares mengatakan, dengan kondisi tim yang ada saat ini ia tak mau dibebani target tinggi.

Ia memilih realistis dengan membandingkan kekuatan tim lawan. Ada beberapa klub bertabur bintang yang secara kekuatan dianggap paling layak. 


Bernardo hanya menginstruksikan kepada anak asuhannya untuk berupaya memenangkan atau kalau tidak minimal seri dalam setiap pertandingan dilakoni baik di kandang maupun ketika bertindak sebagai tim tamu.

"Saya memilih realistis, ada tim lain lebih pantas memasang target itu dibanding kami," ungkap dia.

Menurutnya, tim tak boleh dibebani target terlalu tinggi karena akan berdampak dan jadi beban mereka ketika harus bermain.

"Kami tidak mau target itu jadi beban buat pemain. Intinya kita persiapkan tim dan kapan pun liga dilanjutkan pemain dalam keadaan siap tanding," tukas dia lagi.

Lantas bagaimana jika tiga putra daerah Sulawesi bergabung dengan PSM Makassar. Jika itu terjadi maka, Bernardo Tavares diprediksi akan berani memasang target juara.

Dua putra daerah dimaksud adalah Irfan Jaya, bermain sebagai winger, sosok putra kelahiran Kabupaten Bantaeng ini disebut sebagai pemain tanpa celah.

Kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya. Terpenting adalah Irfan Jaya punya insting cetak gol yang sangat baik. 

Irfan Jaya tidak hanya sangar di klub, ia juga punya catatan apik saat tampil bersama timnas Indonesia. 

Sosok Irfan Jaya sangat dekat dengan PSM Makassar, pasalnya usai dirinya mulai menekuni sepak bola di SSB Buta Toa Raya dirinya sempat bergabung dengan PSM Makassar.

Karena saat di PSM Makassar, Irfan sulit mendapat menit bermain pasalnya pelatih Pasukan Ramang kala itu lebih percaya ke M Rahmat dan beberapa pemain berlabel timnas lainnya. 

Irfan Jaya kemudian memilih merantau untuk mendapatkan menit bermain. Pilihannya adalah klub yang saat itu konsen mengorbitkan pemain muda yakni Persebaya Surabaya.

Di Persebaya, Irfan Jaya mulai menikmati permainan, ia bahkan menjadi pemain paling menonjol. Bukan hanya mampu jadi langganan starter. Karir Irfan melejit dengan dipanggilnya bergabung ke Timnas Indonesia.

Sukses di Persebaya Surabaya, Irfan Jaya kembali melanjutkan perjalanan karirnya dengan memilih bergabung ke PSS Sleman pada priode 1 Maret 2021 lalu.

Kemudian pada 6 Januari 2022, Irfan Jaya resmi teken kontrak bersama dengan Bali United dengan durasi tiga tahun.

Selanjutnya, Reva Adi Utama, pemain ini murni pemain binaan dari akademi PSM Makassar yang mampu menembus persaingan ketatnya beberapa klub top Liga 1.

Lahir dari akademi muda PSM Makassar, namun tak banyak yang tahu, Reva Adi sebetulnya sempat menimba ilmu sepakbola di Malaysia selama lima tahun.

Ia berangkat ke Malaysia sejak berusia 15 tahun. Setelah kembali ke Makassar, Reva langsung bergabung dengan PSM Makassar U-21.

Rejeki tak ada yang tahu, ketika Reva bersama beberapa pemain lain mengikuti latihan rutin, tiba-tiba pelatih kepala PSM Makassar, Robert Rene Alberts kala itu datang menyaksikan selama 15 menit di pinggir lapangan.

Sehari kemudian Reva mendapat telpon dari manajer PSM Makassar kemudian ditawarkan kontrak dengan durasi lima bulan. Alias Reva masuk pada putaran kedua Liga 1 2017.

Sebelum dilepas ke Badak Lampung pada bursa trasfer pertengahan musim 2019. Reva sempat ikut ambil andil membawa PSM Makassar sebagai runner up pada Liga 1 2018.

Kini Reva Adi Utama memperkuat tim Madura United setelah memilih meninggalkan Persebaya Surabaya. 

Saat tampil bersama bajul ijo musim lalu, Reva menjadi pemain diandalkan menjaga pos bek kiri yang merupakan posisi aslinya saat bermain bersama PSM Makassar.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close