timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Usai Dikukuhkan, Kontingen Proprov Bone Diterpa Isu Tak Sedap. Atlet Terpaksa Gunakan Uang Pribadi Beli Suplemen

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Selasa 17 Oktober 2022 22:01 WIB

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi kukuhkan kontingan Proprov Bone

TIMURKOTA.COM, BONE- Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi MSI secara resmi mengukuhkan kontingen Kabupaten Bone yang akan berangkat bertarung pada ajang Proprov XVII yang bakal berlangsung mulai 22-30 Oktober 2022.


Pengukuhan yang dipimpin orang nomor satu di Kabupaten Bone ini digelar di pelataran parkir halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Jl Petta Ponggawae, Kota Watampone, Selasa 18 Oktober 2022 malam.

Sebanyak 600 orang tergabung dalam kontingen yang dikukuhkan. Atlet sebanyak 360 orang, pelatih, manajer, dan official 138 orang, pengurus KONI 54 orang, tim medis 24 orang, mekanik 4 orang dan tim media center 10 orang.

Kontingen Bone akan bertarung pada 28 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Mereka akan bertanding pada 17 cabor dengan venue di Kabupaten Sinjai, serta 11 cabor lainnya akan dipertandingkan di venue Kabupaten Bulukumba. 

Kontingen Kabupaten Bone membidik 48 medali emas, alias menargetkan juara umum atau minimal runner up. Harapan untuk berjaya cukup besar, pasalnya tahun ini cabor yang menjadi andalan Bone kembali dipertandingkan setelah pada Porprov Pinrang lalu ditiadakan.

Namun di tengah persiapan pemberangkatkan kontingen ke medan perang. Kontingen Kabupaten Bone diterpa isu yang tak sedap. Pasalnya dari penelusuran media ini, masih ada empat cabang olahraga tidak mendapatkan fasilitas memadai.

Salah satunya atlet binaraga, hingga saat ini para atlet mengaku tidak mendapatkan suplemen yang semestinya jauh-jauh hari telah disiapkan.

"Kami di Binaraga ada tujuh orang yang akan bertanding. Sampai saat ini kami masih menggunakan dana pribadi untuk keperluan membeli suplemen," ucap salah seorang atlet Binaraga yang enggan namanya dimediakan.

Hal yang sama juga dialami atlet biliar. Mereka bahkan sampai jelang pemberangkatan belum menerima uang pembinaan dari KONI Kabupaten Bone.

"Sama, kami juga di biliar tidak menerima apa-apa berbeda dengan info pada teman di cabang olahraga lain," kata atlet lainnya.

Menanggapi Hal itu Ketua KONI Kabupaten Bone, A Haedar mengatakan, memang ada keterlabatan suplemen ke cabor. Ia menuding pengurus Cabor lambat mengajukan proposal.

"Itu terjadi karena pengurus cabornya yang tidak menyampaikan ke kami. Mestinya ada proposal diajukan untuk permintaan dana itu," ungkapnya.

Terkait dengan anggaran ke cabor bervariasi menurutnya itu disesuaikan dengan kebutuhan peralatan atlet saat bertanding.

"Memang ada perbedaan, kalau menembak ini. Satu saja alatnya bisa seharga Rp60 juta. Jadi anggaran diberikan sesuai dengan kebutuhan pada cabor itu," imbuh dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close