timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Inilah Tiga Pemain Borneo FC yang Bakal Hengkang di November 2022. Dibidik PSM Makassar?

Baca Juga

Wiwink-Bola, Minggu 16 Oktober 2022 09:47 WIB

Pemain Borneo FC rayakan gol


TIMURKOTA.COM, SAMARINDA- Menduduki puncai klasemen sementara dengan 23 poin dari 11 laga. Borneo FC tetap mengedepankan evaluasi terhadap timya.


Tim berjuluk Pesut Etam ini dikenal sebagai salah satu peserta Liga 1 2022 yang punya keranian dalam melakukan perombakan tim.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah mereka mendepak Milomir Seslija dari kursi pelatih saat timnya tengah dalam penampilan terbaik.

Manajemen Borneo kemduian mengganti Milo dengan Andre Gaspar, pelatih asal Brasil itu mulai mengenali karakter para pemainnya.

Bukan hanya pelatih, saat ini ada tiga pemain yang dianggap paling berpotensi didepak pada putaran kedua BRI Liga 1 2022.


Tiga pemain bakal didepak Borneo pada Putaran ke Dua BRI Liga 1 2022:


Rabbani Tasnim Siddiq


Pemain Timnas Indonesia U-20, Rabbani Tasnim Siddiq saat pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 melawan Timnas Timor Leste U-20 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/9/2022). 

Kebintangan Rabbani Tasnim Siddiq di level kelompok umur sudah tak perlu diragukan lagi. Walaupun kerap tampil sebagai pemain pengganti, ia mampu memenuhi kepercayaan pelatih Shin Tae-yong.

Sayangnya, pemain asal Bekasi tersebut seperti tak mendapat tempat di tim utama Borneo FC. Kehebatan Matheus Pato plus moncernya Ahmad Nur Hardianto membuat peluangnya tampil sangat tipis.

Dengan Piala Dunia U-20 yang semakin dekat, pengalaman bertanding bakal meningkatkan kualitasnya. Hal itu mungkin baru bisa didapatkan di klub lain.

Indra Mustafa

Kepindahan Indra Mustafa ke Borneo FC terbilang sarat kontroversi. Ia bahkan sempat diparkir Persib Bandung pada putaran kedua musim lalu lantaran pindah tanpa izin.

Walaupun akhirnya proses transfernya terwujud pada awal musim ini, tak berarti dirinya langsung mendapat tempat utama. Malah bisa dikatakan ia kalah bersaing dengan pemain senior lainnya.

Untuk menyelamatkan kariernya agar tak semakin stagnan atau bahkan drop, pindah ke klub lain yang menjanjikan posisi starter merupakan sebuah pilihan bijak. 

Shahar Ginanjar

Kiper Persija Jakarta, Shahar Ginanjar, saat melawan PSM Makassar pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Satu di antara kekuatan klub asal Kalimantan tersebut adalah solidnya pertahanan. Angga Saputro dan Dwi Kuswanto bergantian mengisi pos penjaga gawang utama Borneo FC Samarinda musim ini.

Tetapi, kesempatan tersebut tak kunjung datang bagi Shahar Ginanjar. Kiper yang membawa Dewa United promosi musim lalu itu hanya dijadikan 'ban serep' bagi Angga dan Dwi Kuswanto.

Dengan usianya yang menginjak 31 tahun, Shahar sejatinya masih cukup lincah di bawah mistar. Hengkang ke klub lain jelas menjadi opsi ideal untuk mengembalikan sentuhannya setelah mengalami cedera.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close