timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

5 Fakta Dugaan Kecurangan Wasit yang Rugikan PSM saat Lawan Persik. Nomor 2 Biarkan Pluim Dipukul Pemain Lawan

Baca Juga

Wiwink-Bola, Sabtu 3 September 2022 23:47 WIB



TIMURKOTA.COM, KEDIRI- Pertandingan antara tuan rumah Persik Kediri melawan PSM Makassar diwarnai dengan beberapa keputusan kontroversial dari wasit Zetman Pangaribuan yang memimpin pertandingan.


Beberapa keputusan wasit asal DKI Jakarta itu merugikan tim tamu. Sebaliknya bagi tuan rumah mereka beberapa kali mendapat keuntungan dari keputusan pengadil lapangan.

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares mengatakan, demi perkembangan sepakbola maka diperlukan adanya evaluasi terhadap wasit.

"Ini menjadi tugas dan tanggungjawab dari federasi. Kami tak ingin ada pemain bola harus mengakhiri karirnya karena pelanggaran keras yang sebabkan tak adanya ketegasan wasit," terang dia.

Ia menilai, ada beberapa pelanggaran keras masuk dalam kategori kartu merah. Namun, oleh wasit tak ditanggapi. 

"Pelanggaran semestinya dapat kartu malah dibiarkan. Sementara ketika pemain kami melanggar lawan dengan mudah diberi kartu," tukas dia.

Berikut Lima Fakta Dugaan Kecurangan Wasit Dalam Laga PSM Makassar Melawan Persik Kediri:


1. Buruk Dalam Memimpin Pertandingan


Ketegasan wasit menjadi sebuah kaharusan ketika memimpin pertandingan. Para pemain yang melanggar maka tentu harus ditindaki.

Pemandangan itu tak terlihat ketika Persik Kediri melawan PSM Makassar. Wasit baru bertindak ketika mendapat tekanan dari pemain tuan rumah.

Terdapat beberapa pelanggaran semestinya diganjar kartu namun itu tak dilakukan wasit. Sementara ada beberapa pelanggaran kecil malah hasilkan kartu.


2. Pemukulan Terhadap Wiljan Pluim Luput dari Wasit


Dalam tayangan ulang, sebelum Kapten Tim, Wiljan Pluim melakukan pelanggaran, ia mendapat pukulan atau sikutan keras dari bek lawan.

Namun anehnya, wasit hanya melihat pelanggaran yang dilakukan Wiljan Pluim. Bukan hanya itu, reaksi Pluim ketika merasa dirugikan oleh keputusan wasit malah berbuah kartu merah.

Padahal dalam insiden ini sama sekali tak ada kontak fisik dari Pluim. Upaya menyerang wasit juga tak ada. Yang ada hanya reaksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap wasit.


3. Pelanggaran Fatal Terhadap Rasyid Bakri Diabaikan Wasit


Pelanggaran keras lainnya yang luput dari pengamatan wasit yakni ketika Rasyid Bakri ditekel oleh pemain lawan menggunakan dua kaki. 

Aksi ini menyita perhatian, pasalnya terjadi tepat di depan mata wasit. Alih-alih mendapat kartu merah, pengadil malah menganggap itu pelanggaran biasa.

Padahal, terlihat jelas kaki lawan terangkat kemudian menghantam kaki kapten kedua PSM Makassar, Rasyid Bakri.


4. Selalu Menghentikan Pertandingan Saat PSM Lakukan Counter Attack 


Saat pemain PSM Makassar mendapat peluang wasit berupaya menghentikan laga. Meski tak ada pelanggara berarti.

Dalam sepak bola, terkadang ada pelanggaran yang tak langsung direspon wasit dengan alasan bola dalam penguasaan tim yang dilanggar.

Namun hal itu tak terjadi dalam pertandingan Persik Kediri melawan PSM Makassar.

"Setiap kita memenangkan bola, kita mau menginisiasi memulai dengan counter, pertandingan dihentikan wasit. Pelanggaran ditiup, padahal wasit tidak memberikan kartu," beber Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.


5. Pelatih Sindir Wasit dengan Sebutan Bintang Lapangan


Sebagai bentuk kekecewaan. Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menyindir wasit dengan sebutan sebagai bintang lapangan.

"Bisa lihat bintangnya di pertandingan ini adalah wasit. Harusnya itu bintangnya adalah pemain," katanya kepada wartawan usai pertandingan.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close