timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Oknum Kades di Bone Disebut Terlibat Kasus Tambang Ilegal. Polisi Turun Tangan

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Jumat 5 Agustus 2022 05: 31 WIB

Ilustrasi


TIMURKOTA.COM, BONE- Media sosial khususnya facebook di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan dihebohkan dengan adanya komentar salah seorang warga menyebut bahwa oknum kepala desa bekerjasama dengan pelaku tambang ilegal.


Tudingan itu muncul dari unggahan salah seorang pemilik akun facebook terkait dengan kondisi jalan tani yang rusak berat akibat ulah penambang.

Selanjutnya, pada kolom komentar beragam tanggapan warganet. Salah seorang pemilik akun bernama, Ayyub Buhari kemudian menyebut bahwa penambang bekerjasama dengan pihak kepala desa.

"Alhamdulillah Kades Cinnong mendapat apresiasi berhasil bekerjasama dengan penambang ILEGAL," tulisnya.

Khawatir akan terjadi gesekan antar warga, Kapolsek Sibulue, Iptu Bachri kemudian turun tangan melakukan upaya untuk meredam suasana di desa.

Kapolsek meminta agar semua pihak tetap tenang sambil mengecek apakah pihak penambang punya izin atau tidak.

"Jadi jangan mudah menyimpulkan sesuatu. Silahkan kita cek ke Polres Bone dan dinas terkait apakah tambang ini punya izin atau tidak," Ungkap Bachri.

Terkait dengan komentar salah seorang warga di media sosial terkait yang menyebut oknum kepala desa bekerjasama penambang ilegal. Kapolsek meminta agar semua pihak barhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Hati-hati jangan cepat menyimpulkan apalagi di media sosial. Jangan sampai berujung fitnah yang merugikan pihak-pihak tertentu," tukasnya.

Permasalahan tambang pasir ini bermula saat warga melayangkan protes kepada pihak penambang lantaran jalan di desa mengalami kerusakan akibat setiap hari dilalui mobil truk pengangkut material.

Warga menilai pihak penambang tak bertanggungjawab. Pasalnya, tidak pernah melakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak itu.

"Maunya warga itu jalan yang rusak akibat setiap hari dilalui diperbaiki. Jangan terkesan hanya hasil to saja diutamakan. Tidak baik juga kalau sumber daya alam kalian (penambang) ambil kemudian bangkainya kami warga yang rasakan," kata salah seorang warga.

Jika tak ada solusi kata dia, maka warga tak boleh disalahkan jika ada tindakan perlawanan dilakukan. Berupa penutupan akses jalan.

"Andai kami tidak mau bagus, na gampang sekali. Tinggal ditutup saja jalan. Lagian aturannya itu penambang harus punya akses jalan sendiri, bukan jalan desa dirusaki," tutup dia.

Sementara itu, Kepala Desa Cinnong Irfan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak penambang terksit dengan protes warga.

"Hasil rapat kami, pigak penambang melalui pak Rony akan memperbaiki jalan yang rusak akibat dari aktivitas mereka," ucapnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close