timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Tak Punya BPJS, Pasien di Bulukumba Dikeluarkan dari RS dan Dipaksa Perekaman KTP hingga Meninggal di Kantor Capil

Wiwink-Hukum, Rabu 16 Maret 2022 10: 52 WIB

Warga Bulukumba meninggal dunia di halaman kantor Disdukcapil, Selasa (15/03/22)



TIMURKOTA.COM, BULUKUMBA- Nyawa Alimuddin tak tertolong usai diharuskan ke kantor Dinas Catatan Sipil Kabupaten Bulukumba untuk perekaman KTP. Ia diharuskan melakukan perekaman sebagai persyaratan terbitnya kartu BPJS Kesehatan yang akan digunakan berobat di rumah sakit.


Dalam keadaan lemas, Alimuddin dibantu kerabat dekatnya mengikuti semua proses perekaman. Namun ditengah proses, Alimuddin tiba-tiba tersungkur dan dinyatakan meninggal dunia.

Alimuddin sudah tiga hari dirawat di
RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Ia diagnosa penyumbatan pada bagian usus. Selanjutnya pasien dilakukan diobservasi. Hasilnya Alimuddin dianjurkan secepatnya dioperasi.

Namun proses operasi terkendala dengan tidak adanya BPJS. Pihak rumah sakit mengklaim telah menawarkan kepada pihak keluarga pasien untuk menggunakan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat. Tawaran itu kemudian ditolak pihak keluarga pasien.

Tepat pada hari Selasa 15 Maret 2022, pasien keluar dari rumah sakit. Pihak keluarga yang meminta sendiri. Selanjutnya pihak keluarga mengantar
Amiluddin datang dengan menggunakan mobil angkutan untuk melakukan perekaman E-KTP karena menjadi persyaratan untuk pengurusan BPJS.

“Kebetulan saat turun dari mobil, Kadis Dukcapil melihat Amiluddin yang mengenakan sarung terlihat sempoyongan, sehingga saya inisiatif mengambil kursi roda untuk membawa Amiluddin ke mobil perekaman,” kata, Mulyati Nur, Kepala Dinas Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Bulukumba,

Amiluddin langsung mendapatkan layanan perekaman oleh karena sudah ada pihak keluarga sebelumnya yang datang mempersiapkan pengurusan berkas. Beberapa saat setelah perekaman, Amiluddin terjatuh.

Ia pun dibopong ke bangku panjang ternyata ia telah menghembuskan nafas terakhirnya. Mulyati Nur saat itu pun memberi bantuan dan menuntun Amiluddin saat hendak menghembuskan nafas terakhirnya di halaman kantor Disdukcapil Bulukumba.

“Saya menuntun beliua, melafazkan Syahadat. Termasuk menenangkan istrinya yang ada mendampingi,” tutup Mulyati.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close