timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Fakta: Wanita yang Lamar Pemuda buat Dijadikan Suami di Pinrang Baru Kelas 3 SMP


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, PINRANG-
Sejumlah fakta terungkap di balik seorang wanita melamar pemuda untuk dijadikan suami di Kabupaten Pinrang. 


Salah satunya calon mempelai wanita masih terbilang cukup belia yakni berusia 14 tahun. Hal itu diungkapkan Hj Mira yang merupakan ibu kandung calon mempelai wanita.


"Kalau anak masih berusia 14 tahun. Lagian hari ini hanya proses lamaran sekaligus tunangan. Untuk pernikahannya kita akan lakukan sekitar empat tahun ke depan," kata pengusaha ayam itu.


Hj Mira membeberkan, dia memutuskan untuk meminang seorang pemuda yang merupakan anak sahabatnya sendiri Hj Diana. Keduanya pun bersepakat untuk melakukan prosesi lamaran sambil menunggu anaknya cukup umur untuk dinikahkan.


"Kami telah menyepakati lamaran sambil berdoa agar apa yang kami niatkan dapat tercapai," katanya lgi.


Sementara itu Hj Diana yang merupakan ibu kandung dari calon mempelai pria mengatakan, dirinya berbahagia usai anaknya dipinang seorang wanita.


"Memang ada hubungan keluarga. Alhamdulillah saya sangat bahagia dan bangga anak saya bisa begini dilamar dan disukai orang. Tidak sia-sia saya sekolahkan di pesantren kemudian ke Jakarta melanjutkan kuliahnya," tutur, Hj Diana.


Hj Diana menjelaskan, pihaknya masih menunggu anaknya menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah kemudian dinikahkan.


"Masih menunggu selesai pendidikan kuliah dulu. Karena perempuannya juga masih kelas 3 SMP belum cukup umur untuk menikah," tuturnya lagi.


Alasan Pihak Wanita Melamar


Unggahan seorang netizen bernama, Nurshaety Tanty terkait dengan seorang wanita di Pinrang melamar pria pujaan hatinya viral di media sosial. 



Dalam sekejap unggahan itu langsung menghiasi beranda media sosial facebook. Berdasarkan penjelasan dari salah seorang pria dalam rekaman video tersebut disebutkan bahwa baru pertama kali terjadi seorang wanita melamar pria untuk dijadikan suami.



Dua pihak keluarga, Hj. Mira dan Hj. Diana juga menyepakati sejumlah mahar diantaranya uang panaik Rp500 juta, 5 sak gula, 5 sak terigu, telur 200 rak, bumbu-bumbu dan kue-kue



Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh. Prosesi lamaran tersebut sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak. 



Orang tua calon mempelai wanita bernama, Hj. Mira merupakan pengusaha bahan rempah-rempah dan ayam.



"Alasannya, karena sudah lama kenal sama orang tuanya. Kemudian anaknya (calon menantu) juga baik. Saya memang cari menantu seperti dia. Banyak kelebihannya dibanding pria lain, misalnya saat orang tua dalam keadaan sakit dia yang urus semua," kata Hj Mira menjelaskan.


Hj Mira menambahkan, uang panaik yang viral di media sosial sebanyak Rp500 juta memang benar adanya.


"Panaik Rp500 juta, 5 sak gula, 5 sak terigu, telur 200 rak, bumbu-bumbu dan kue-kue. Itu saja kalau sapi tidak ada," katanya lagi.


Hj Mira juga menegaskan pernikahan itu bukan karena keinginan anak semata. Ia bahkan menyebutkan antara anaknya dengan calon mempelai pria hanya sebatas kenal.


"Kalau kenal ya kenal, tapi tidak pernah pacaran. Pernikahan ini juga karena keinginan pihak orang tua."masih Hj Mira membeberkan.


Ia menjelaskan, salah satu alasan sehingga dirinya berani mematok uang panaik Rp500 juta. Karena bisnisnya mengalami keuntungan serta kesepakatan ke dua pihak.


"Usaha ayam mengalami perkembangan juga sehingga saya menganggap mahar itu pantas," kunci dia mengakhiri pembicaraan.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close