timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Waspada! Begal Paha dan Payudara Marak Beraksi di Bone


Editor: wiwink/timurkota

TIMURKOTA.COM, BONE- 
Aksi pelaku cabul dengan menarget wanita resahkan warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pengendara khususnya wanita mengaku kerap jadi korban pelaku. Kepada awak media sudah ada tiga wanita mengaku pernah jadi korban.


Salah seorang korban, Rahmah. Gadis asal Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Watampone itu mengaku ketika melintas di Jalan Poros Kota Watampone-Pelabuhan Bajoe ada pengendara pria meraba pahanya dari arah belakang.


"Saya melintas di jalan sepi sebelum SPBU Cellu. Di situ ada pengendara balap-balap, terus tiba-tiba berjalan lalu memegang paha saya. Tidak sempat saya tandai karena cepat sekali kabur, motornya saja saya lihat merk honda scoopy warga hitam merah tidak ada nomor platnya," kata mahasiswi disalah satu perguruan tinggi swasta itu menjelaskan.


Bukan hanya Rahmah ,seorang wanita lain bernama, Dilla mengaku ada pengendara motor yang mengikuti dari arah belakang di Jalan Ahmad Yani Kota Watampone hingga ke Jalan Lapawawoi Karaeng Sigeri. 


"Waktu di Jalan Hos Cokro Aminoto dia mendekat dan mau memegang saya, tapi saya tunduk baru tancap gas. Tapi masih saja pelaku mengikuti sampai di pertigaan SMA Negeri 3 Bone. Disitu kaburmi karena ramai," katanya.


Dilla melanjutkan, ciri-ciri pelaku yakni mengendarai motor matik warna hitam. Memakai helm dan penutup wajah.


"Kalau badannya tidak terlalu jelas karena pakai jaket warna hitam. Pelakunya satu orang saja, sejak kejadian itu kalau antar paket (Jualan Online) saya selalu ditemani suami tapi kadang juga saya mengantar siang, sudah takut kalau malam," katanya.


Korban terakhir bernama, Sindi. Melalui unggahan media sosial facebook miliknya. Ia menuturkan pernah dikejar pengendara motor berboncengan di kawasan Stadion Lapatau Bone pada pukul 21.00 Wita malam.


"Kejadiannya sudah lama kalau tidak salah Januari 2021 lalu. Pelaku dua orang tidak sempat menyentuh tapi teriak-teriak dengan kata-kata kotor, sejak itu saya tidak berani lagi keluar malam," imbuhnya.


Meski tidak melaporkan kasus yang dialami. Para korban berharap polisi melakukan operasi dan patroli disejumlah jalan sepi pada malam hari.


"Iyya harapannya pelaku didapat terus ditangkap. Karena bikin kami trauma keluar naik motor sendiri," kata, Sindi lagi menutup pembicaraan.




Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close