timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Alasan Tes Keperawanan Sebelum Diterima Bekerja. Gadis 17 Tahun Malah Dihamili

Foto ilustrasi pelaku pemerkosaan (foto: Istimewa)


TIMURKOTA.COM, BIMA-

Ada-ada saja modus yang dilancarkan pria untuk memenuhi hasrat seksnya. Mulai dari alasan tes keperawanan dengan berhubungan badan hingga menjanjikan korban bakal bekerja diperusahaan besar.

Hal itu pula dilakukan US (50),  pria asal Desa Wila Maci, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Dia sempat melakukan tes keperawanan dengan menyetubuhi gadis berinusial, A (17) sebelum dicarikan pekerjaan.

Paur Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menceriterakan, aksi persetubuhan paksa itu bermula saat korban diming-iming pelaku untuk dicarikan pekerjaan di Kota Mataram pada November 2020 lalu.

Setelah tiba di kota, pelaku mengatakan kepada keluarganya bahwa A adalah istrinya. Sehingga selama menginap di rumah keluarganya, pelaku tidur sekamar dengan A.

Selama menginap di Mataram, antara korban dan pelaku tidur sekamar. Nahas bagi korban, bukannya pekerjaan yang didapat, terduga pelaku justru merudapaksa korban berkali-kali dengan ancaman pembunuhan.

"Pelaku membujuk dan mengiming-imingi uang. Bukan itu saja, tak segan pelaku mengancam akan membunuh korban jika gairah seksualnya tidak dilayani."katanya.

Setelah 10 hari bersama di Mataram, pelaku kembali melancarkan siasatnya. Dia membujuk dan mengajak korban agar mau bekerja di Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Di Desa itu, pelaku kembali mengajak korban untuk tinggal bersama layaknya suami istri. Ajakan tersebut tiada lain agar dia leluasa memuaskan nafsu bejatnya. Benar saja, korban berulang kali dipaksa untuk berhubungan intim.

Lebih dari dua bulan mereka tinggal berdua di salah satu rumah. Seperti kisah di Mataram, kepada warga pelaku mengaku bahwa gadis seumuran SMA itu adalah istrinya.

Terakhir pelaku merudapaksa korban pada tanggal 6 Januari 2021. Itu pun tetap dengan cara memaksa dan mengancam membunuh korban.

Seiring berputarnya waktu, petualangan birahi pelaku terendus setelah salah seorang warga di Desa Daha ada yang mengenali korban dan menanyakan perihal status keduanya. Karena takut mau dibunuh, korban pun terpaksa mengakui statusnya bahwa keduanya telah menikah.

Oleh warga yang menanyakan tadi, kemudian memberitahukan kepada keluarga korban. Saat itu juga keluarga korban datang ke Daha guna mengecek kebenaran informasi yang diterima.

Usai mendapat cerita tragis korban, saat itu juga keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Hu’u.

Polisi bersama pemerintah desa langsung menangkap pelaku. Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Dompu.

"Korban saat ini dalam kondisi hamil dua bulan, serta dalam penanganan khusus unit PPA," katanya lagi.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close