timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Penjual Songkolo Begadang dan Terang Bulan di Makassar Diminta Jualan Siang. Ini Kata PJ Wali Kota

Rudy Djamaluddin (foto: Istimewa)

TIMURKOTAM.COM, MAKASSAR-

Pemerintah Kota Makassar benar-benar berupaya untuk menjalankan pembatasan aktivitas pada malam hari. Para pedagang dan penjual makanan yang selama ini beraktivitas di malam hari diminta beralih ke siang hari.

Seperti penjual makanan Songkolo Begadang atau yang juga kerap disebut Sokko.

Sokko merupakan sajian nasi ketan hitam atau putih yang ditabur dengan serundeng atau parutan kepala sangrai. 

Biasanya dinikmati dengan ikan teri asin, telur, dan sambal kuning. Adapun bagadang, dari kata begadang, tentu sudah akrab bagi orang yang terbiasa beraktivitas hingga tengah malam.

Namun mulai saat ini diminta untuk dijajakan pada siang hari. Hal itu merupakan upaya untuk menyukseskan pembatasan yang dilakukan Pemkot Makassar.

Bukan hahya itu, Pj Wali Kota Makassar,  Rudy Djamaluddin juga meminta agar penjual terang bulan dijual pada pagi hari hingga sore. 

“Salah satu contoh terang bulan kan selama ini berjualan pada malam hari. Nah selama pembatasa sebaiknya jualan pada siang hari saja," kata, Pj Wali Kota yang bergelar profesor ini.

Menurutnya pembatasan dilakukan pada malam hari dikarenakan selama ini warga lebih banyak berkerumun di malam hari ketimbang siang.

"Aktivitis pada malam hari rentang berkumpul dan melanggar protokol kesehatan," kata Rudy lagi.

Kebijakan itu merujuk kepada Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 53 dan 51 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan. Sanksinya bisa berujung pidana.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close