timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Demo di Tengah Pandemi Covid-19. Tokoh Masyarakat Libureng: Mereka Salah Alamat, Polisi Harus Usut!

Tokoh Masyarakat Kecamatan Libureng mengecam aksi demonstrasi di Kelurahan Tana Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE-

Warga Kecamatan Libureng melayangkan protes terkait dengan adanya sekelompok orang yang melakukan aksi unjuk rasa di Kelurahan Tanah Batue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Penduduk setempat mengaku tidak mengenal para pendemo tersebut. Bahkan menurut warga tuntutan mereka juga tidak jelas karena tiba-tiba datang lalu berorasi kemudian meninggalkan lokasi, Selasa (29/12/20)

Tokoh Masyarakat Kecamatan Libureng, La Mn-Zhonk Andi Husaini Makkanessa bahkan menganggap apa yang dilakukan orang tak dikenal tersebut salah alamat. Pasalnya kata dia, menurut informasi yang beredar penemo tersebut berasal dari Kota Watampone.

"Sebenarnya saya tidak mau berkomentar terlalu jauh tentang demo itu. Yang jelas saya sangat tidak terima adanya aksi demo seperti itu. Apa lagi dilakukan di lingkungan keluarga besar kami di tengah pandemi Covid-19. Menurut info dari keluarga mereka pendemo berjumlah 30 orang," kata pria yang karib disapa dengan nama Andi Mensong ini.

Masih Andi Mensong melajutkan, dengan adanya sekelompok orang yang berasal dari kota berukumpul, tak menutup kemungkinan ada diantaranya yang membawa virus.

"Karena itu bisa saja menyebabkan penularan Covid-19. Libureng ini sampai ada demo kemarin, dalam kondisi aman-aman saja," katanya lagi.

Andi Mensong menganggap para pendemo tersebut salah alamat jika tuntutannya untuk Kabupaten Bone kemudian turun ke kecamatan.

"Kalau tuntutan bukan untuk pemerintah Kecamatan Libureng kemudian demonya difokuskan di sini berarti betul salah alamat. Pihak Polres Bone harus mengusut," kata, Andi Mensong kembali menegaskan.

Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian. Jumlah massa tak lebih dari 10 orang. Pendemo ini diketahui berangkat dari Kota Watampone lalu melakukan orasi di tugu Kelurahan Tana Batue, Kecamatan Libureng.

"Sudah ada penyampaian ke Polres Bone. Mereka ini berangkat dari Kota Watampone kemudian melakukan orasi di Kelurahan Tana Batue," kata Kapolsek Libureng, AKP Hajriadi.

AKP Hajriadi yang juga mantan Kapolsek Mallawa Kabupaten Maros mengatakan dalam aksi demo itu. Ia bersama anggotanya telah melakukan berbagai upaya agar massa tetap menjaga jarak guna menghindari pelanggaran protokol kesehatan.

"Kami mengawal dan ingatkan agar para pendemo jaga jarak," bebernya.

Sementara itu massa yang menamakan dirinya dari Aliansi Masyarakat Bone hanya beberapa saat melakukan orasi kemudian memilih membubarkan diri. Hingga saat ini belum diketahui apa tuntutan pendemo yang dianggap warga Libureng misterius itu.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close