timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cerai dengan Suami. Wanita Muda di Bone: Jadi Janda Itu Bebas

Foto didapatkan dari akun media sosial mini, dirinya meminta untuk tidak dimunculkan wajahnya.

TIMURKOTA.COM, BONE-


Selasa (28/07/2020) siang, wanita muda melangkahkan kaki keluar dari pintu ruang tunggu Pengadilan Agama Watampone. Sambil membawa selembar akta ceraih, wanita muda yang menyebut dirinya bernama, Mini mengaku baru saja mengambil akta cerainya.

"Iyya ini baru saja mengambil surat cerai. Sudah lama sebenarnya sidang putusan cuman baru ada kesempatan ambil. Apalagi saya menetap di Makassar sekarang jadi susah keluar masuk kota," ungkapnya dengan ramah kepada penulis.

Wanita bertubuh langsing ini membeberkan alasannya menggugat cerai suaminya. Meski telah memiliki seorang anak perempuan berumur tiga tahun.

"Dia (mantan suami) peminum dan pernah beberapa kali saya dapat jalan dengan wanita lain." Ungkapnya lagi.

Ditanya mengenai rasanya menyandang status janda. Dirinya mengaku legah, bahkan merasa terbebas khususnya dalam berkarir.

"Kalau janda bebas, mau ngapai saja boleh, tapi yang positifi ya. Tidak boleh juga aneh-aneh, supaya orang menilai biar status janda tapi tetap bisa jaga diri," katanya memperdalam pembahasan.

Penulis mencoba menanyakan apakah, Mini bersedia menikah lagi jika ada pria yang serius. Dia menjawab, asal pria tersebut siap menerima anak dan kedua orang tuanya.

"Tapi jangan dulu sekarang nanti orang berpikir saya tidak bisa tahan kesepian," katanya diiringi tawa lepas sambil membuka pintu mobilnya untuk bergegas meninggalkan halaman PA Watampone.

764 Janda Baru di Bone

Data dari Pengadilan Agama Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menunjukkan adanya perningkatan angka perceraian selama pandemi Covid-19.

Tercatat, 764 kasus percerain dengan rincian 181 cerai talak dan 583 cerai gugat.

Menurut Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Watampone,  Jamaluddin. Ada beberapa alasan mendasar pasangan suami istri memilih bercerai. 

"Motif terjadinya perceraian beragam, ada karena perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus. Ada pula meninggal salah satu pihak," ungkap, Jamaluddin menjelaskan, Senin (27/07/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak berpengaruh secara langsung terhadap angka perceraian. Mengingat selama ini hampir setiap tahun angka perceraian mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

"Tidak terlalu berpengaruh, terkecuali jika Bone masuk zona merah," kata, Jamaluddin kembali menjelaskan.

(win/as)












Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close